6 Karakteristik Orang tua Yang Bersikap Dewasa Pada Anak

AKURAT.CO Menjadi orang tua merupakan tanggung jawab terbesar dalam kehidupan seseorang. Sebab, ketika menjadi orang tua maka harus bisa lebih dewasa dan bijak dalam hal apapun.
Apalagi, orang tua memiliki peran penting dalam membimbing, melindungi, dan membantu anak-anaknya agar tumbuh dewasa menjadi individu yang sukses dan bahagia. Salah satu hal terpenting dalam peran ini adalah bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan anak-anak.
Ketika orang tua siap secara mental secara emosional, maka akan berhasil dalam membesarkan anak hingga dewasa dan matang secara emosional juga.
Baca Juga: Kak Seto: Orang Tua Harus Kreatif Mengajar Anak di Masa Pandemi
Berikut enam karakteristik utama orang tua yang bersikap dewasa dalam mendidik anak-anak.
1. Mendengarkan perspektif anak
Tentunya kita sebagai orang tua harus bersikap dewasa dalam mendengarkan perspektif anak. Jangan mengecap anak dengan kata-kata yang tidak baik, maka orang tua perlu mendengarkan perspektif anak terlebih dahulu.
Dengan mendengarkan perspektif anak terlebih dahul, orang tua akan mengetahui kesulitan yang anak alami, sehingga orang tua dapat memberikan solusi terbaik bagi anaknya.
2. Minta maaf apabila berbuat kesalahan
Orang tua juga tidak luput dari kesalahan, baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Hal ini sangatlah wajar terjadi, maka dari itu orang tua yang dewasa akan segera meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya.
Baca Juga: Minim Pengajar, Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Diminta Mengajar Anak SD
Dengan begitu, anak akan mencontohnya meskipun usianya lebih tua, jika salah tetap harus meminta maaf.
3. Berkomunikasi dengan jujur
Orang tua yang bersikap dewasa tentu akan memperhatikan komunikasi yang baik bagi anak-anaknya. Anak-anak akan belajar banyak cara orang tua berbicara dan berkomunikasi.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua bersikap dewasa dengan memberikan contoh tentang bagaimana berkomunikasi yang jujur dan efektif. Hal tersebut akan membangun hubungan yang kuat dengan anak-anak.
4. Mampu menempatkan diri
Setiap orang tua pasti mengesampingkan kebutuhan dan keinginan mereka sednri demi anak-anak mereka. Beberapa orang tua dapat membuat kebutuhan anak-anak mereka menjadi prioritas utama mereka dan dengan senang hati melakukannya.
Baca Juga: Tips Penting Bagi Orang Tua Untuk Keamanan Online Anak
Namun, ada juga yang tidak dapat mengabaikan kebutuhan pribadi mereka dalam proses mendidik anak, mungkin karena kebutuhan pribadi mereka yang sangat mendesak. Ada juga yang mungkin mengalami pengabaian atau penelantaran saat masih anak-anak, yang kemudian membuat sulit bagi mereka untuk merespons kebutuhan orang lain.
5. Memberikan batasan yang sehat
Selain itu, pentingnya memberikan batasan yang sehat bagi anak-anak. Ini adalah hal yang tidak mudah dilakukan karena seringkali orang tua merasa cenderung memanjakan anak-anak kita atau sebaliknya, terlalu ketat dalam menetapkan aturan.
Dengan demikian, perlu adanya batasan yang sehat agar menciptakan keseimbangan antara memberi kebebasan kepada anak untuk tumbuh. Ini adalah bagian penting dari mempersiapkan mereka untuk dunia yang penuh dengan aturan dan tanggung jawab.
6. Memberikan dukungan emosional
Anak-anak pastinya membutuhkan dukungan emosional dari orang tua mereka. Orang tua yang bersikap dewasa memahami pentingnya memberikan dukungan dengan penuh kasih sayang dan pengertian. Mereka tidak mengabaikan perasaan anak atau meremehkan apa yang mereka alami.
Dukungan emosional mencakup mendengarkan anak-anak saat mereka membutuhkan seseorang untuk berbicara, memberikan keamanan emosional saat mereka takut atau cemas, dan memberikan dukungan saat mereka menghadapi situasi yang sulit.
Itulah enam karakteristik orang tua yang dewasa kepada anaknya. Sebagai orang tua tentunya harus memiliki sikap dewasa secara psikis maupun mental secara emosional, karena mereka menjadi aspek penting dalam tumbuh kembang anak. (Dani Zahra Anjaswari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










