4 Tips Merawat Motor Honda BeAT Fuel Injection Biar Awet

AKURAT.CO Salah satu tipe motor yang banyak diminati untuk menunjang aktivitas sehari-hari adalah motor matic. Motor ini biasanya dipilih karena kemudahannya untuk dikendarai karena tidak perlu memainkan gigi dan kopling.
Selain itu, bentuk motor matic yang trendi dan lebih ramping dibandingkan jenis motor lainnya juga jadi alasan kenapa motor jenis ini diminati. Salah satu motor matic yang kerap jadi pilihan adalah Honda BeAT dengan teknologi Fuel Injection (FI).
Agar kinerja motor tetap optimal, tentunya pemilik perlu melakukan perawatan secara berkala. Sebab, jika motor matic tidak dirawat dengan baik, maka dapat memicu kerusakan berbagai onderdil, sehingga kamu akan menguras isi kantong lebih banyak untuk memperbaikinya.
Lalu, bagaimana merawat motor matik Honda BeAT FI agar performa mesinnya selalu optimal dan tidak gampang rusak? Melansir dari laman Astra Honda, berikut tips merawat motor matic yang bisa kamu terapkan :
Panaskan Mesin Motor Setiap Pagi
Perawatan utama motor matik Honda BeAT FI yang pertama adalah memanaskan mesin sebelum digunakan atau dikendarai, biasanya pada pagi hari. Langkah ini sangat mudah dan simpel sekali untuk dilakukan. Meski begitu, kenyataannya masih banyak yang menyepelkan dan melupakannya.
Mesin motor Honda BeAT FI dipanaskan agar berbagai komponen seperti oli dan area mesin yang lain juga membutuhkan persiapan sebelum bekerja guna menghasilkan tenaga pada motor. Dalam memanaskan mesin motor tidak perlu lama-lama dan tidak melebihi dari 5 menit.
Perubahan suhu mesin Honda BeAT FI yang terjadi secara perlahan ini akan membuat performanya tetap prima dan komponen mesin pun menjadi lebih awet.
Lakukan Servis Berkala Secara Rutin di Bengkel Resmi
Seperti halnya jenis motor lainnya, motor yang satu ini juga perlu diservis secara berkala. Hal ini bertujuan agar kinerja motor tetap dalam kondisi terbaik.
Umumnya, servis berkala untuk Honda BeAT FI dilakukan sekaligus dengan penggantian oli mesin atau pelumas, yakni setelah mencapai jarak tempuh 2.000 km. Pastikan melakukan servis secara rutin di bengkel resmi untuk mendapatkan pelayanan terbaik.
Gunakan Bahan Bakar Beroktan Tinggi
Bahan bakar terbaik untuk motor matik Honda BeAT FI adalah yang memiliki oktan tinggi di atas 90. Bahan bakar yang berkualitas semacam ini akan membuat pembakaran terjadi dengan sempurna sehingga sistem injector bisa maksimal kinerjanya.
Sementara itu, jika menggunakan bahan bakar beroktan rendah, maka mesin motor ini akan menjadi kasar dan tarikannya pun terasa berat. Ditambah lagi dengan munculnya kerak di sistem injeksi yang pada akhirnya bisa saja menyebabkan kerusakan.
Periksa ECU Secara Berkala
Pada motor matik dengan sistem injeksi termasuk Honda BeAT FI, umumnya diotaki oleh Electronic Contro Unit (ECU). Jika ada gangguan pada ECU, maka sistem injeksi motor ini tidak akan bekerja dengan baik. Akibatnya, motor bisa mogok dan tidak mau jalan. Oleh karenanya, ECU perlu diperiksa secara rutin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






