Akurat

Erick Thohir Langsung Bikin Gebrakan, Cabut Permenpora No 14 dan Bakal Sederhanakan Aturan Baru

Leo Farhan | 23 September 2025, 16:48 WIB
Erick Thohir Langsung Bikin Gebrakan, Cabut Permenpora No 14 dan Bakal Sederhanakan Aturan Baru
 
AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir resmi mencabut Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) No.14 Tahun 2024 tentang standar pengelolaan organisasi lingkup olahraga prestasi.
 
Keputusan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta selaras dengan aturan hukum nasional maupun internasional.
 
"Dari segi hukum nasional maupun internasional, kita memutuskan untuk mencabut (Permenpora No.14 Tahun 2024)," kata Erick Thohir di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).
 
 
Pencabutan regulasi tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum. Tim khusus juga telah dibentuk untuk menyiapkan langkah penyederhanaan aturan di bidang olahraga agar lebih efektif, tidak tumpang tindih, dan berpihak pada kepentingan atlet.
 
Menurut Erick Thohir, sudah saatnya dunia olahraga Indonesia melakukan introspeksi menyeluruh. Hal itu berlaku tidak hanya untuk Kemenpora, tetapi juga bagi Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), hingga setiap cabang olahraga (Cabor).
 
"Kalau Kemenpora sudah melakukan introspeksi, saya berharap semua cabor dan stakeholder juga berintrospeksi. Jangan ada lagi dualisme kebijakan yang justru merugikan atlet. Kepengurusan harus ada di belakang atlet, bukan sebaliknya," tegas Erick.
 
Ia menambahkan, pencabutan Permenpora No.14 menjadi pintu masuk untuk melakukan penyederhanaan regulasi besar-besaran.
 
Dari total 191 Permen yang terbit sejak 2009, Kemenpora menargetkan jumlahnya dapat dipangkas menjadi di bawah 20 aturan pokok yang lebih sederhana, jelas, dan aplikatif.
 
"Aturan ini harus memudahkan, bukan mempersulit. Bukan berarti kita terlalu kebarat-baratan, tapi standar yang digunakan harus sesuai bahasa kita, tanpa bertentangan dengan aturan internasional," Erick menjelaskan.
 
 
Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan ini bertujuan menjaga agar atlet tetap menjadi pusat perhatian dalam pembangunan olahraga nasional. Menurutnya, sistem kepengurusan dan birokrasi harus berfungsi sebagai penopang, bukan menghambat prestasi.
 
"Objek utama itu atlet dan prestasi. Kepengurusan hanya pendukung. Payung besarnya ada di Kemenpora, dan kami sedang melakukan perbaikan sistem agar prestasi Indonesia bisa terus meningkat," ujarnya.
 
Erick juga menyebut, kebijakan baru nanti diharapkan mampu menciptakan titik temu di antara berbagai pemangku kepentingan olahraga, baik Pemerintah, federasi, maupun lembaga internasional.
 
"Kita harus bersatu. Aturan yang disusun harus memudahkan semua pihak menjalankan tugas dan tupoksi masing-masing," imbuhnya.
 
Dengan langkah ini, Erick menegaskan bahwa Indonesia tengah membangun fondasi kuat untuk tata kelola olahraga yang modern, transparan, dan sesuai dengan standar global.
 
Di mana tujuan akhirnya jelas, yaitu bisa mencetak prestasi membanggakan bagi bangsa aga marwah olahraga Indonesia di level dunia.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H