Penanganan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen Diperkuat, Water Bombing dan OMC Ditambah

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan gunung, mulai dari Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.
Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan tambahan armada udara disiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman yang saat ini dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan unsur terkait lainnya.
BNPB akan mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat juga dikerahkan guna mendukung upaya penanganan karhutla di Jawa Timur.
Baca Juga: 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29.534 Hektare
"Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas," ujar Kristomei, ditulis Jumat (23/10/2026).
Penambahan armada dari pemerintah pusat ini melengkapi berbagai langkah penanganan yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui operasi pemadaman dari udara maupun pengerahan personel di darat.
Pemprov Jawa Timur mencatat, pesawat water bombing telah diterbangkan sebanyak 462 kali untuk membantu memadamkan titik-titik api. Upaya tersebut juga didukung penggunaan teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter, yang dimanfaatkan untuk menjangkau area dengan tebing curam dan sulit diakses oleh tim pemadam di darat.
Skala kebakaran yang terjadi di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.
Baca Juga: BEM PTNU se-Nusantara Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Karhutla dan Kekeringan Ekstrem
Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya melindungi ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.
Selain kondisi cuaca ekstrem, munculnya titik api secara bersamaan di sejumlah gunung juga menjadi perhatian pemerintah. Pola tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya faktor aktivitas manusia, baik berupa kesengajaan maupun kelalaian, yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran.
Karena itu, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan armada pemadaman. Aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot





