Akurat Logo

Buka Musrenbang HAM 2026, Willy Aditya: HAM Harus Jadi Semangat Pembangunan Nasional

Ayu Rachmaningtyas | 21 Oktober 2026, 22:07 WIB
Buka Musrenbang HAM 2026, Willy Aditya: HAM Harus Jadi Semangat Pembangunan Nasional
Musrenbang HAM 2026 mengangkat tema Memperkuat Perencanaan Pembangunan HAM yang Partisipatif, Responsif, dan Antisipatif. - Foto: Kementerian HAM

AKURAT.CO Hak asasi manusia (HAM) harus menjadi semangat utama dalam pembangunan Indonesia.

Dengan menggunakan istilah zeitgeist, atau semangat zaman, Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, menempatkan HAM bukan sekadar sebagai isu sektoral, melainkan nilai yang perlu menjiwai arah pembangunan nasional.

Hal tersebut menegaskan pentingnya perspektif HAM masuk dalam proses perencanaan pembangunan. Sehingga orientasi pembangunan tidak hanya bertumpu pada capaian ekonomi, tetapi juga keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Willy menyebut HAM sebagai zeitgeist menjadi pesan penting. Agar agenda hak asasi manusia tidak berhenti pada regulasi dan program kelembagaan, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan.

"Harus menjadikan hak asasi manusia sebagai zeitgeist, sebagai spirit, sebagai elan untuk menuju Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, berdaulat," katanya dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Menteri HAM Buka Suara soal Konflik Papua, Ada Pesan Tegas untuk TPN-OPM

Musrenbang HAM 2026 digelar Kementerian HAM pada 21-23 Oktober 2026 dengan tema "Memperkuat Perencanaan Pembangunan HAM yang Partisipatif, Responsif, dan Antisipatif."

Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia.

Pembukaan Musrenbang HAM juga dirangkai dengan kick off Peringatan Hari HAM Sedunia ke-78, Rakor Penggerak HAM, serta Tasyakuran Hari Bhakti Kementerian HAM Tahun 2026.

Sementara itu, Menteri HAM, Natalius Pigai, menekankan bahwa pemajuan HAM sejalan dengan visi Asta Cita dan UUD 1945.

Hal tersebut harus diwujudkan di tengah masyarakat dengan berbagai kebijakan, perencanan sampai pelayanan publik yang nyata.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.