Gibran Ingin Santri Kuasai AI dan Robotik: Kita jangan Ketinggalan dengan Negara Lain

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, meninjau pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan robotik bagi santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (PP Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses generasi muda terhadap penguasaan teknologi masa depan sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan mandiri di tengah transformasi digital.
Dalam arahannya, dia menekankan bahwa kesempatan mempelajari teknologi harus terbuka bagi seluruh generasi muda, termasuk santri, agar mereka dapat mengambil peran dalam perkembangan teknologi dan tidak hanya menjadi pengguna.
Baca Juga: BYD Perkenalkan Teknologi Flash Charging, Isi Daya Tak Sampai 10 Menit
Sejak 2025, dia secara konsisten mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka kesempatan belajar langsung di industri bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mahasiswa, serta memperluas pelatihan teknologi masa depan di lingkungan pesantren.
"Kita ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Jadi kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain," kata Gibran, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, pembelajaran AI dan robotik tidak semata-mata bertujuan membekali santri dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kemampuan berpikir komputasional, dan keterampilan memecahkan masalah.
Kompetensi tersebut penting untuk menghadapi tantangan di berbagai bidang, sekaligus membuka ruang bagi santri untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi di masyarakat.
"Mempelajari AI/robotic bukan berarti harus jadi programmer, tapi justru melatih berfikir kritis, berfikir komputasional, dan terbiasa melakukan problem solving," ucapnya.
Baca Juga: Ini Teknologi Audio yang Mampu Beradaptasi dengan Gaya Hidup Modern
Gibran juga mendorong agar pembelajaran teknologi diterapkan secara praktis dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengalaman belajar yang aplikatif, generasi muda diharapkan mampu memahami potensi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil kerja, termasuk dalam mengembangkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
"Jadikan teknologi sebagai alat bantu untuk ciptakan inovasi dan meningkatkan produktivitas," ucapnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dia juga mengingatkan bahwa peningkatan kecakapan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan karakter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









