Akurat

Keberlanjutan MBG Selama Libur Sekolah Bukti Negara Terus Hadir

Paskalis Rubedanto | 23 Desember 2025, 10:54 WIB
Keberlanjutan MBG Selama Libur Sekolah Bukti Negara Terus Hadir

AKURAT.CO Komisi VIII DPR mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. 

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjamin pemenuhan gizi anak, khususnya peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama, seperti madrasah dan satuan pendidikan keagamaan, termasuk pesantren.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menilai masa libur sekolah merupakan periode yang rawan terjadi penurunan asupan gizi, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan secara ekonomi. 

Karena itu, keberlanjutan MBG selama libur sekolah dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak dasar anak.

"Keberlanjutan MBG selama libur sekolah adalah bukti bahwa negara tidak boleh libur dalam melindungi hak dasar anak, termasuk hak atas pangan dan gizi yang layak. Ini sejalan dengan amanat konstitusi dan komitmen nasional menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," jelas Singgih, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2025).

Dia mengapresiasi skema penyaluran MBG selama libur sekolah yang mencakup satu paket siap santap dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua paket MBG kemasan yang dapat dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan angka kecukupan gizi.

Baca Juga: 323 Dapur MBG Dialihfungsikan Jadi Dapur Umum, Layani Korban Banjir Sumatera

Singgih juga menyoroti tantangan persoalan gizi nasional yang masih membutuhkan intervensi berkelanjutan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen. 

Angka tersebut dinilai masih memerlukan upaya keras untuk mencapai target 2025 sebesar 18,8 persen, sekaligus mengatasi persoalan gizi buruk dan kurang gizi kronis, terutama di provinsi dengan kasus tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dalam konteks itu, Singgih menekankan pentingnya akselerasi implementasi MBG di madrasah dan pesantren.

Menurutnya, pesantren merupakan ekosistem strategis dalam pembinaan generasi bangsa, mengingat jumlah santri yang mencapai jutaan dan sebagian besar tinggal di asrama dengan kebutuhan gizi yang berkelanjutan.

"Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan sumber daya manusia. Program MBG harus dirancang adaptif untuk pesantren, baik dari sisi menu, sistem distribusi, maupun pengelolaan dapur sehat berbasis pesantren," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2025, terdapat lebih dari 42.391 pesantren dengan sekitar 4,3 juta santri di seluruh Indonesia. Karakteristik pesantren yang memiliki sistem konsumsi terpusat dinilai menjadi lokus strategis bagi implementasi program gizi berkelanjutan.

Baca Juga: Imbas Mobil MBG Tabrak Siswa, Komisi E DPRD Jakarta Desak Pemprov Buka Posko Krisis

Untuk memperkuat pelaksanaan MBG di lingkungan madrasah dan pesantren, Legislator Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V itu mendorong adanya sinergi dan integrasi data antara Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, dan Kementerian Agama. 

Integrasi data tersebut dinilai penting untuk memetakan jumlah santri, kondisi dapur, serta kebutuhan gizi secara lebih akurat agar penyaluran MBG tepat sasaran.

Selain itu, Singgih juga mengusulkan model penyaluran MBG yang lebih adaptif sesuai dengan kultur dan kapasitas pesantren. 

Ia menilai selain paket kemasan, perlu dipertimbangkan pengembangan dapur pesantren dengan pendampingan ahli gizi, penguatan rantai pasok berbasis bahan pangan lokal, serta edukasi gizi bagi pengelola dapur.

Menurut Singgih, dukungan terhadap MBG di sekolah-sekolah Kementerian Agama dan percepatan implementasinya di pesantren bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam memenuhi hak anak atas kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

"Kami di Komisi VIII akan terus mengawal agar anggaran dan pelaksanaan MBG ini tepat sasaran. Semangatnya satu: tidak boleh ada anak atau santri yang tertinggal dalam mendapatkan akses gizi berkualitas," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Beri Santunan bagi Korban Kecelakaan Mobil MBG di SDN Kalibaru 01

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.