Bappenas dan Konsorsium SOLUSI Perkuat Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Bentang Darat dan Laut Terpadu

AKURAT.CO Pengelolaan bentang darat dan laut terpadu memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen. Tidak hanya memperkuat aspek lingkungan dan ekologis, tetapi juga tata kelola dan kelembagaan, inklusivitas, dan mekanisme pendanaan yang inovatif.
Dalam rangka mendukung upaya tersebut, para pemangku kepentingan dari pemerintah pusat maupun daerah, akademisi dan ahli, BUMN, pihak swasta, himpunan dan asosiasi, mitra pembangunan hingga NGO/CSO bertemu dalam SOLUSI Day: Integrasi Darat dan Laut untuk Indonesia Tangguh dan Lestari.
Upaya tersebut untuk memperkuat pemahaman dan komitmen multipihak mengenai pentingnya pengelolaan darat dan laut secara terpadu, yang digelar di Jakarta pada Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN. Area kerja sama Resilient Nature dalam topik program keanekaragaman hayati (biodiversity), dalam sebuah kerangka Proyek Solusi Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia (SOLUSI) yang dilaksanakan secara konsorsium, terdiri dari Landscape Alliance, SNV, dan Yayasan KEHATI, dengan pendanaan melalui International Climate Initiative (IKI).
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, mengatakan, pengelolaan bentang darat dan laut tidak dapat dilakukan secara parsial. Keterhubungan antara ekosistem darat, pesisir, dan laut perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan penentuan kebijakan.
Di samping itu, sekat-sekat sektoral masih menjadi tantangan, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih inklusif dan terintegrasi untuk mengejawantahkan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Sekaligus mendukung pengembangan komoditas yang sejalan dengan Asta Cita nomor dua menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks itu, Proyek SOLUSI lewat tiga lokasi percontohannya di tiga provinsi merupakan salah satu wujud nyata komitmen Indonesia dan Jerman untuk mendukung aksi inklusif dan berkelanjutan.
Teguh optimis bahwa proyek tersebut dapat menjadi katalis untuk menerjemahkan visi pembangunan ke dalam aksi di tingkat bentang alam. Sambil menciptakan dan mengembangkan mata pencaharian masyarakat melalui investasi berdampak (impact investment) dan kemitraan antara sektor publik, swasta, dan masyarakat (public-private-community partnership).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Permana Yudiarso, mengatakan, proyek SOLUSI menjadi alat bantu perencanaan tata ruang dan pembangunan darat dan laut yang terintegrasi menjadi satu kesatuan ekosistem.
"Melalui Proyek SOLUSI yang berdampak terhadap lebih dari lima juta jiwa penduduk, kita dapat melihat perencanaan di darat tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan ekosistem laut. Contoh pengolahan sampah yang tidak tepat dapat mencemari sungai dan berujung pada kerusakan pada ekosistem mangrove di pesisir," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat






