Pemerintah Pastikan Penonaktifan 5 Pejabat di Lapas Cibinong Sesuai dengan Evaluasi

AKURAT.CO Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Irjen Pol (Purn.) Mashudi, menanggapi penonaktifan lima pejabat struktural di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Dia memastikan rotasi pejabat di lingkungan Pemasyarakatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi. Sebab, tidak seluruh pegawai dapat dianggap melakukan kesalahan terkait persoalan yang terjadi di lingkungan pemasyarakatan.
"Ya, kita kan harus pilah-pilih, enggak semuanya pegawai itu salah," kata Mashudi usai RDP bersama Komisi XIII, di Kompleks Parlemen, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Komisi II DPR Panggil Ombudsman, Bahas Polemik Lapas Cibinong
Namun, dia belum dapat memastikan untuk melakukan rotasi massal dalam waktu dekat ini. Menurutnya, rotasi merupakan salah satu bagian dari evaluasi terhadap jabatan. Namun, pelaksanaannya akan mempertimbangkan kesalahan yang dilakukan masing-masing pejabat atau pegawai.
"Ya pasti. Rotasi yang kita sampaikan apa yang menjadikan pertanyaan tadi dari Komisi XIII, kita akan rotasi yang ada kita akan rotasi. Nanti sesuai dengan yang kesalahan. Kalau kita enggak salah, ya kasihan pegawai," ujarnya.
Mashudi juga menanggapi adanya tuntutan dari Komisi XIII DPR RI, terkait evaluasi terhadap dirinya sebagai pimpinan tertinggi di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menurutnya, evaluasi terus dilakukan dengan melihat perkembangan dan langkah penertiban yang telah dijalankan.
Baca Juga: Tak Terdaftar Aset Negara, Pemerintah Bakal Bongkar 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong
Salah satunya pemindahan narapidana ke Nusakambangan, serta penertiban penggunaan telepon seluler dan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan.
"Yang pasti kita lihat ya kan perkembangannya, ada berapa kita sudah melakukan pemindahan ya ke Nusa Kambangan, sudah berapa. Kita sudah menertibkan semuanya HP, narkoba. Kita yang bandar besar, kita akan pindahkan semuanya seperti itu, ya kan," jelasnya.
Dia menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk membenahi sistem pemasyarakatan agar dapat diterima masyarakat. "Hal itu yang kita lakukan supaya bagaimana pemasyarakatan ke depan ini ya kan bisa diterima oleh masyarakat. Kita kepingin memanusiakan manusia. Itu salah satunya," tegas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati









