Akurat Logo

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad, DPR Minta Prosedur Keselamatan Dievaluasi

Ayu Rachmaningtyas | 28 September 2026, 06:00 WIB
ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad, DPR Minta Prosedur Keselamatan Dievaluasi
ASN Komcad.

AKURAT.CO Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, berujung duka.

Vanreko Varkas Bagaskara (28), Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latihan.

Vanreko disebut mengalami heatstroke atau serangan panas sebelum akhirnya menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit militer.

Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan, kondisi Vanreko mulai mengalami gangguan pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Vanreko baru menyelesaikan sesi pertama latihan. Ketika hendak mengikuti sesi berikutnya, ia mengeluhkan pandangan yang menggelap dan pusing hingga kemudian kehilangan kesadaran.

Tim kesehatan Pusdikkes yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Pemeriksaan awal menunjukkan Vanreko mengalami tekanan darah rendah disertai peningkatan suhu tubuh.

Kondisi tersebut, menurut Iman, mengarah pada heatstroke yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

“Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat,” kata Iman dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Penanganan awal dilakukan dengan upaya menurunkan suhu tubuh, pemberian cairan melalui infus, serta terapi oksigen. Setelah itu, Vanreko dibawa ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma.

Setelah tiba di rumah sakit, tim dokter spesialis melakukan pemantauan secara intensif, termasuk pemeriksaan fungsi organ, observasi kondisi hemodinamik, dan stabilisasi pernapasan.

Kondisi Vanreko sempat menunjukkan perkembangan positif. Ia bahkan dilaporkan kembali sadar dan menunjukkan respons refleks spontan dengan tanda-tanda vital yang stabil. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

Pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, Vanreko mengalami kejang berulang yang kemudian diikuti penurunan kesadaran.

Iman menyebut kondisi tersebut sebagai komplikasi sistemik yang berkaitan dengan heatstroke dan berdampak pada fungsi organ vital.

Tim medis RSAU dr. Esnawan Antariksa kemudian berkoordinasi dengan RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk perawatan neuro-intensive care.

Vanreko kemudian dibawa menggunakan ambulans berstandar ICU dengan pendampingan tim medis dan personel POM AU.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Vanreko tiba di IGD RSPAD Gatot Soebroto. Ia menjalani pemeriksaan CT scan kepala dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU di bawah pengawasan dokter penanggung jawab pelayanan, dr. Tanov, Sp.S.

Namun, setelah mendapat penanganan dari tim medis gabungan Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto, Vanreko akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Meskipun seluruh jajaran tim medis gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan segenap upaya medis terbaik dan penanganan intensif secara maksimal, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Saudara Vanreko Varkas Bagaskara, S.Pd. dinyatakan meninggal dunia,” ujar Iman.

Baca Juga: PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Gabungkan Teknologi Cetak 2D dan 3D di ALLPrint Indonesia 2026

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.