Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Syamsu Rizal: Bentuk Protes dan Kecam Israel

AKURAT.CO Delegasi Indonesia walk out dari ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mengatakan langkah tersebut merupakan sikap diplomatik yang tegas sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan tindakan Israel di Palestina, khususnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Saya bangga dengan sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato. Sikap ini sudah sangat tepat dan menunjukkan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak berbagai tindakan yang merugikan rakyat Palestina," ujar Syamsu Rizal, dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Dia menilai, tindakan walk out bukan sekadar tindakan simbolik, melainkan bentuk protes dan kecaman terhadap genosida yang dilakukan Israel di Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa serta krisis kemanusiaan berkepanjangan.
"Walk out ini adalah bentuk protes dan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina, khususnya masyarakat Gaza. Dunia tidak boleh diam terhadap penderitaan rakyat Palestina," ucap pria yang akrab dipanggil Deng Ical ini.
Pihaknya juga mendorong negara-negara di dunia untuk memperkuat langkah diplomatik dan mekanisme hukum internasional, terhadap setiap dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel.
Berdasarkan data terkini per September 2026, jumlah korban tewas akibat serangan dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza telah melampaui 74.000 jiwa, dengan sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan.
Baca Juga: Hubungan Trump dan Netanyahu Panas Dingin, JD Vance: Kepentingan AS Harus Diutamakan
Karena itu, dia mendorong agar semakin banyak negara harus berani mengecam dan mengambil langkah sesuai hukum internasional terhadap tindakan yang dilakukan Israel. "Jangan sampai hukum internasional hanya menjadi aturan di atas kertas," tegasnya.
Dia menekankan agar dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina juga harus semakin diperkuat. Karenanya, Indonesia dirasa perlu untuk memainkan peran aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara adil, serta memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.
"Negara-negara di dunia harus semakin banyak mendukung kemerdekaan Palestina. Pemerintah Indonesia juga harus terus konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah harga mati," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








