Akurat Logo

Tak Hanya Destinasi Wisata Unggul, Desa Sade Adalah Ikon Wisata Budaya NTB

Siti Nur Azzura | 23 Agustus 2026, 23:00 WIB
Tak Hanya Destinasi Wisata Unggul, Desa Sade Adalah Ikon Wisata Budaya NTB
Desa Adat Sade, Lombok, NTB. - Dok. Kementerian Pariwisata

AKURAT.CO Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, terus berkoordinasi dan memantau perkembangan penanganan kebakaran di Kampung Adat Sade, serta menyesuaikan bentuk dukungan berdasarkan kebutuhan dan arahan pemerintah daerah di lapangan.

Dia menegaskan, perhatian Kementerian Pariwisata terhadap Desa Sade tidak semata-mata karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok.

Kampung Adat Sade merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi, arsitektur, kerajinan, serta tata kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut sekaligus menjadikan Sade sebagai salah satu ikon wisata budaya Nusa Tenggara Barat dan Indonesia.

Baca Juga: Menpar Perintahkan Poltekpar Lombok Siaga Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

"Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Karena itu, duka masyarakat Sade juga menjadi duka kita bersama," kata Widiyanti, Minggu (23/8/2026).

Setelah tahap penanganan darurat, Kementerian Pariwisata siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait dalam proses pemulihan sektor pariwisata Kampung Adat Sade.

Baca Juga: DPR Pastikan Revitalisasi Desa Adat Sade Lombok Segera Dilakukan Usai Dilanda Kebakaran

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, beserta masyarakat adat Desa Sade akan memastikan Desa Adat Sade direkonstruksi dan dibangun secepatnya, usai dilanda kebakaran hebat.

Menurutnya, proses pemulihan nantinya harus menempatkan masyarakat Sade sebagai bagian utama sekaligus tetap memperhatikan nilai budaya, kearifan lokal, dan autentisitas arsitektur tradisional Sasak yang selama ini menjadi identitas kawasan tersebut.

"Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.