Dari Banten hingga Papua: Senyum Warga Usai Jembatan dan Air Bersih Hadir di Pelosok

AKURAT.CO Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD menghadirkan cerita tersendiri bagi masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.
Dari Bayah di Banten, Manokwari di Papua Barat, hingga Pulau Raas di Madura, warga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video, bagaimana infrastruktur tersebut mengubah keseharian mereka.
Dari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Agus Sutisna menjadi salah satu warga yang berkesempatan berbincang dengan Presiden Prabowo.
Bagi Agus, manfaat jembatan tersebut sangat dekat dengan kehidupan keluarganya. Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengantar anaknya ke sekolah dengan menempuh perjalanan memutar sekitar tujuh kilometer melalui jalan nasional dan butuh waktu sekitar 25-30 menit.
"Maka hari ini ketika sudah dibangun jembatan gantung berkat kerja sama antara TNI dan Polri, alhamdulillah, tanpa harus berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tuanya. Alhamdulillah, terima kasih Bapak Prabowo," tuturnya, Kamis (13/8/2026).
Cerita berbeda datang dari timur Indonesia. Dari Manokwari, Papua Barat, Rumerus, menyampaikan rasa syukur atas peresmian jembatan armco di kampungnya. Selama enam tahun, menurutnya, warga harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kesulitan tersebut terutama dirasakan anak-anak yang hendak bersekolah. Mereka harus turun ke sungai dan melepas sepatu untuk menyeberang. Ketika hujan lebat datang, warga bahkan tidak dapat beraktivitas dan harus bertahan di kampung.
"Kami sangat bersyukur karena bapak memperhatikan kami, teristimewa anak cucu kami mereka yang sekolah. Juga ada kita punya mamak-mamak, bapak-bapak mereka yang berjualan. Selama enam tahun kami ada di kampung ini. Kami melewati sungai ini selama enam tahun. Mungkin bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan. Kami harus berjalan turun ke bawah, anak-anak sekolah buka sepatu mereka. Bahkan kalau hujan lebat, kami berada di kampung, kami tidak beraktivitas," Rumerus memaparkan.
Ucapan terima kasih turut terdengar dari Pulau Raas, Madura. Bagi masyarakat yang tinggal di pulau dengan waktu tempuh pelayaran sekitar enam jam dari kabupaten tersebut, pembangunan lima titik sumur bor membawa manfaat penting bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
"Menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak presiden karena sudah membangunkan sumur bor lima titik di kecamatan kami. Terima kasih sekali lagi kepada bapak presiden. Semoga kegiatan ini bermanfaat banyak tentunya bagi masyarakat kami," ujar perwakilan warga Pulau Raas.
Beragam cerita yang disampaikan warga tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo. Ia berpesan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Yang paling penting, nanti dirawat, jembatan-jembatan itu dirawat dengan baik. Kemudian ikuti petunjuk-petunjuk, ya. Mungkin juga ada batas berat yang bisa dipikul atau yang boleh lewat setiap saat," ujar Presiden Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








