Penguatan UMKM hingga Sistem Pembayaran Digital Jadi Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
"Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat satu sama lain dalam menghadapi dinamika global," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan agar UMKM semakin produktif, mampu naik kelas, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar domestik, maupun pasar ekspor.
Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital melalui perluasan transaksi ekonomi dan keuangan digital.
Pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan di berbagai daerah.
Qodari menambahkan, transaksi pembayaran digital hingga kini terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kondisi tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi ekonomi digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan.
Baca Juga: Airlangga Sebut 3 Indikator Ini Jadi Sinyal Ekonomi Indonesia Makin Kuat
"Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Dia menegaskan, sinergi yang terus diperkuat akan menjadi fondasi dalam membangun perekonomian nasional di tingkat global. Upaya tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi.
"Semangat kolaborasi inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan perekonomian yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







