Rieke Diah Pitaloka Protes Pilot WNA Bawa Narkoba Lolos Imigrasi: Kok Bisa?

AKURAT.CO Lolosnya warga negara asing (WNA) yang membawa narkotika dalam jumlah besar menjadi sinyal perlunya pembenahan sistem keimigrasian, termasuk ekosistem digital.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan persoalan keimigrasian tidak bisa dipandang hanya sebagai administrasi, namun berkaitan langsung dengan kedaulatan, pertahanan, dan keamanan negara.
"Imigrasi adalah menjadi bagian dari gerbang kedaulatan Indonesia, pertahanan dan keamanan Indonesia. Terlalu picik kalau melihat administrasi sekedar selembar kertas administratif, passport, visa, izin tinggal dan seterusnya. Ini membuktikan bahwa perbaikan tata kelola keimigrasian kita menjadi sesuatu yang sangat penting," kata Rieke saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Pilot Kurir Narkoba
Dia juga menyoroti aspek digitalisasi keimigrasian yang dinilai menyimpan data strategis negara sehingga perlu diawasi secara serius. Sebab, terdapat kedaulatan data sistem digital.
Kendati pengawasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab imigrasi, institusi tersebut merupakan pintu masuk pertama yang memiliki fungsi pengamanan negara.
"Kenapa giliran warga negara asing begitu lentur, kok bisa orang dengan bawa narkotika sebanyak itu lolos, tentu bukan hanya tanggung jawab imigrasi ya, tetapi sekali lagi saya katakan imigrasi itu gerbangnya, dia pagar pengamannya," ujarnya.
Rieke pun mengaitkan persoalan tersebut dengan kasus pilot muda asal Karawang bernama Fidi yang kini menjalani proses hukum di Merauke. Pihaknya tengah mengawal kasus Fidi yang merupakan lulusan terbaik Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug yang ditugaskan belajar ke Australia sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Pelatihan yang dijanjikan tidak berjalan sesuai rencana sehingga Fidi kembali ke Indonesia tanpa memperoleh sertifikat sebagai pilot atau kopilot.
Baca Juga: Pilot Maskapai Asing Diciduk Bawa 26 Kg Ekstasi di Soekarno-Hatta
"Lalu dia pulang, pulang didampingi dia harus bawa pesawat itu, didampingi instrukturnya namanya Jay Davis orang Australia, tiba-tiba harus belok ke bandara yang kurang lebih, bandara sudah enggak kepake gitu di daerah terpencil di Australia, lalu ternyata harus menjemput dua residivis, yaitu yang satu terkait katanya indikasi kasus pembunuhan, yang satu orang lagi adalah terkait kartel gembong narkotika," ungkapnya.
Saat pesawat tiba di Merauke, Fidi baru mengetahui bahwa radar penerbangan sempat dimatikan selama perjalanan sehingga tidak diketahui lokasi transit pesawat tersebut. Menurutnya, Jay Davis telah dideportasi, sedangkan Fidi justru ditetapkan sebagai terdakwa berdasarkan keterangan warga negara Australia tersebut.
"Apa yang terjadi dengan warga negara Indonesia sekarang sedang menghadapi sidang di Maroke? Statusnya diangkat jadi terdakwa begitu atas pernyataan dari Jay Davis yang WNA, yang sebetulnya dia yang menggunakan pesawat itu, anak ini tidak ada sertifikat apapun, dan kemudian sekarang menghadapi sanksi sekitar undang-undang keimigrasian lima tahun, umurnya baru 26 tahun," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Ariawan: Pers Menyadarkan Publik tentang Peran MPR Menjaga Konstitusi dan Kebangsaan
- 10Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra









