Pemerintah Siapkan Blueprint Bawa Kuliner Lokal ke Mancanegara

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) tengah mengusulkan 115 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar masuk dalam cakupan sektor ekonomi kreatif.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dukungan kebijakan, insentif, dan program yang lebih tepat sasaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan, penetapan KBLI menjadi penting agar pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses dukungan yang sesuai dengan karakter usaha mereka.
“Penentuan KBLI ini penting untuk menghadirkan insentif yang tepat sasaran kepada para pegiat ekonomi kreatif,” ujar Riefky, Kamis (14/5/2026).
Ia juga menegaskan Kemenekraf siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha kuliner, guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional hingga mampu bersaing di pasar global.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenekraf menyambut positif rencana ekspansi restoran Sederhana yang akan membuka cabang di Singapura dan Australia pada pertengahan 2026.
Baca Juga: Respons Film ‘Pesta Babi’, Yusril Tegaskan PSN Papua Selatan Bukan Kolonialisme Modern
Menurut Riefky, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat subsektor kuliner sebagai ujung tombak diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
“Ini bukan sekadar memperluas bisnis ke pasar internasional, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui kuliner khas Nusantara. Hal ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk membawa local hero menjadi national hero hingga go global,” jelasnya.
Ia menilai ekspansi kuliner Indonesia ke luar negeri tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.
Sementara itu, Direktur Global Minang Ventura (GMV), Nova Dana Eka Putri mengatakan, pembukaan restoran Sederhana di Singapura dan Australia merupakan bagian dari upaya memperkenalkan budaya Minang melalui kuliner.
Menurutnya, tren makanan autentik yang semakin diminati pasar global menjadi peluang besar bagi kuliner Indonesia untuk berkembang di kancah internasional.
“Harapan kami ini menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Minang, kepada dunia internasional,” kata Nova.
Ia menambahkan, pihaknya mendorong ekspansi kuliner Minang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan agar mampu tumbuh sebagai bagian dari industri global.
“Bagi kami, ini bukan hanya membangun bisnis, tetapi juga membawa warisan budaya Indonesia untuk tumbuh dan berkembang di panggung dunia,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Pengawasan PIP, Bantuan Pendidikan Dipastikan Tepat Sasaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






