Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Kembali Ditanami

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kini, ribuan hektare lahan mulai kembali ditanami.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan rehabilitasi sawah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
"Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak," ujar Amran di Jakarta, dikutip Senin (11/6/2026).
Baca Juga: Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Sumatera Harus Dibarengi Evaluasi Produksi Pangan
Menurutnya, percepatan rehabilitasi sawah tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar kembali produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya keluarga petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian hingga 7 Mei 2026, total target pemulihan sawah terdampak di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran sebesar Rp337,97 miliar.
Dari total tersebut, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, 4.098 hektare sawah telah selesai direhabilitasi, 2.212 hektare kembali diolah oleh petani, dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali.
Perkembangan paling signifikan terlihat di Provinsi Sumatera Barat. Dari target pemulihan seluas 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau sekitar 98 persen telah memasuki tahap konstruksi. Sebanyak 2.583 hektare di antaranya telah selesai direhabilitasi dan lebih dari 2.100 hektare sawah kembali ditanami oleh petani.
Baca Juga: Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
Di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare juga telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, Aceh menjadi wilayah dengan lahan sawah terdampak terbesar dibanding dua provinsi lainnya, yakni mencapai 31.464 hektare.
Proses pemulihan di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya terus dipercepat melalui pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.
Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi tersebut dapat segera mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat, sehingga roda perekonomian warga terdampak bencana dapat kembali bergerak secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







