Putus Rantai Kemiskinan, Mensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua Barat

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menerima Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, dia mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Papua Barat sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2, dengan mekanisme penerimaan melalui penjangkauan berbasis data sosial ekonomi, bukan pendaftaran. Sementara untuk seluruh kebutuhan siswa ditanggung oleh negara.
"Sekolah Rakyat ini untuk anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, tetapi dengan fasilitas yang sangat baik, bahkan seperti bintang lima. Setiap sekolah bisa menampung sekitar seribu siswa. Jadi Pak Gubernur, sangat sayang kalau Papua Barat tidak memiliki Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, dikutip Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Jangkau 30 Ribu Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat, Mensos: Tidak Boleh Ada Titipan dan Kongkalikong
Dia juga meminta agar pembangunan Sekolah Rakyat menjadi prioritas di Papua Barat, mengingat pendidikan dinilai sebagai salah satu jalan memutus rantai kemiskinan. Untuk itu, pemerintah daerah diminta untuk segera menyiapkan lahan sekitar 7 hektare sebagai lokasi pembangunan.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Dia menjelaskan, Papua Barat terdiri dari 7 kabupaten dan 91 distrik/kecamatan dengan kondisi geografis yang menantang.
Menurutnya, Sekolah Rakyat penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dua kabupaten telah diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yakni Manokwari dan Manokwari Selatan, dan keduanya dinyatakan siap.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Barat dan Mensos sepakat agar Sekolah Rakyat yang dimiliki pemerintah provinsi diarahkan untuk menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








