Jelang Lebaran 2026, THR Ojol Kapan Cair? Ini Jadwal dan Syarat Penerimanya

AKURAT.CO Menjelang Lebaran 2026, pertanyaan tentang THR ojol kapan cair kembali ramai dicari para pengemudi ojek online dan kurir digital. Bonus Hari Raya (BHR) menjadi harapan besar karena dapat membantu memenuhi kebutuhan mudik, belanja Lebaran, hingga keperluan keluarga.
Pemerintah pun memberi sinyal positif terkait pencairan tunjangan hari raya atau bonus hari raya bagi mitra pengemudi. Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja di sektor ekonomi digital.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah masih memproses dan mematangkan regulasi terkait pembagian bonus hari raya. Aturan teknisnya masih dalam tahap finalisasi dan koordinasi lintas kementerian agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di lapangan.
Dikutip dari berbagai sumber, regulasi THR ojol 2026 saat ini masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
Baca Juga: THR Ojol Perlu Pengawasan Ketat Agar Berjalan Lancar
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan diskusi dengan berbagai platform digital terkait pemberian bonus hari raya bagi pengemudi ojol dan kurir online.
"Kita sudah melakukan diskusi. Alhamdulillah respons mereka baik, mereka komitmen. Tinggal nanti dalam bentuk SE (Surat Edaran) menteri-nya ataupun nanti dalam bentuk launching-nya," ujar Yassierli, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Jadwal Pencairan THR Ojol 2026
Mengacu pada kebijakan sebelumnya di tahun 2025, pencairan THR ojol direncanakan paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri.
Jika Lebaran 2026 jatuh pada pertengahan Maret, maka bonus hari raya diperkirakan cair pada awal Maret 2026. Jadwal ini mengikuti pola pencairan THR bagi pekerja formal.
Namun, tanggal resmi tetap menunggu Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Syarat Pemberian THR atau BHR Ojol 2026
Hingga kini, syarat resmi THR ojol 2026 masih menunggu pengumuman pemerintah. Namun, mengacu pada pola sebelumnya, beberapa kriteria yang biasanya digunakan antara lain:
Jumlah order memenuhi batas minimal
Aktif online secara konsisten
Tingkat penyelesaian pesanan tinggi
Rating pelanggan baik
Tidak melanggar aturan aplikasi
Performa stabil dalam periode tertentu
Semakin baik kinerja seorang driver, semakin besar peluangnya menerima bonus hari raya.
Baca Juga: Pembayaran THR Harus Dua Pekan Sebelum Lebaran, Komisi IX DPR Minta Permenaker Direvisi
Skema Pemberian THR atau BHR Ojol 2026
Berbeda dengan karyawan tetap, pengemudi ojek online berstatus sebagai mitra, sehingga tidak menerima tunjangan hari raya dalam bentuk THR konvensional. Oleh karena itu, skema yang digunakan biasanya berupa Bonus Hari Raya atau BHR.
Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan seperti Gojek dan Grab menerapkan sistem BHR yang disesuaikan dengan kontribusi dan aktivitas masing-masing mitra.
Secara umum, bonus diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan tingkat keaktifan dan penilaian kinerja pengemudi. Dalam beberapa kasus, nominal BHR bisa mencapai maksimal sekitar 20 persen dari rata-rata penghasilan bulanan.
Skema ini bertujuan agar bonus benar-benar menjadi bentuk apresiasi bagi mitra yang produktif, konsisten, dan berkontribusi positif terhadap layanan platform.
Perbedaan THR Karyawan dan BHR Ojol
THR bagi karyawan formal merupakan kewajiban perusahaan yang diatur dalam regulasi ketenagakerjaan. Sementara itu, BHR bagi ojol bersifat imbauan pemerintah kepada aplikator.
Meski berbeda status, pemerintah terus mendorong agar bonus hari raya bagi pengemudi tetap diberikan secara adil dan transparan, terutama menjelang Lebaran.
Baca Juga: Aturan Pembayaran THR 2026: Jadwal, Perhitungan, dan Perkiraan Tanggal Cair Jelang Idul Fitri
Kapan THR ojol 2026 cair?
THR atau BHR ojol diperkirakan cair paling lambat H-7 sebelum Lebaran, sekitar awal Maret 2026.
Apakah semua driver ojol mendapat THR?
Tidak semua driver otomatis menerima THR. Bonus diberikan berdasarkan kinerja, keaktifan, dan kepatuhan terhadap aturan aplikasi.
Berapa besaran THR ojol 2026?
Mengacu pada tahun sebelumnya, BHR maksimal sekitar 20 persen dari rata-rata penghasilan bulanan. Besaran pastinya menunggu aturan resmi pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








