Presiden Prabowo: Polisi dan Tentara Punya Tugas yang Suci untuk Kepentingan Rakyat

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meyakini bahwa orang berduit tidak akan mau menjadi Polisi dan tentara karena terlalu banyak menghadapi risiko.
Presiden Prabowo mencontohkan bagaimana keseharian polisi yang harus berdiri berjam-jam di pinggir jalan. Selain dijemur oleh panasnya matahari, polisi juga otomatis menghirup karbon monoksida yang merupakan gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta groundbreaking 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia, di Asrama Polri Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Kalau orang kaya, mana mau masuk tentara, mana mau jadi polisi. Suruh saja dia berdiri, enggak usah lama-lama, berdiri satu jam di panas matahari sana, karbon monoksida," ujarnya.
Baca Juga: Ibu-ibu Palmerah Antusias Sambut Prabowo, Dukung Penuh SPPG Polri
Presiden Prabowo menduga bahwa mayoritas polisi mengalami kondisi yang kurang sehat pada bagian paru-paru. Kendati merasa kasihan, ia tetap bangga dan mengapresiasi polisi karena tidak pernah mengeluh dalam menjalankan tugasnya.
"Mungkin kalau polisi dicek paru-parunya, sudah hitam semua, benar tidak. Sebetulnya gue kasihan juga sama lo, polisi, polisi. Coba dicek, saya enggak berani nanya menteri kesehatan, presentasi polisi yang masalah paru-paru tapi mereka tidak mengeluh," terangnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa tentara serta polisi memiliki niat dan tugas yang suci untuk kepentingan rakyat. Keduanya, juga sama-sama merasakan apa yang menjadi penderitaan rakyat.
"Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara, penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi. Karena tentara dan polisi, awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat," katanya.
Baca Juga: Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Satpol PP Jakarta Buru Atribut Parpol dan Ormas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









