1.009 Sekolah Terdampak Banjir Aceh-Sumatera, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen

AKURAT.CO Komisi X DPR RI memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir yang berdampak pada 1.009 sekolah di Aceh dan Sumatera.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, untuk meminta penjelasan terkait penanganan situasi pendidikan di daerah terdampak.
Dia menyampaikan, banjir yang terjadi tidak hanya merusak fasilitas pendidikan, tetapi juga menghambat kegiatan belajar mengajar secara signifikan.
Baca Juga: Banjir Besar di Indonesia
Karena itu, Komisi X DPR ingin memastikan bahwa Kemendikdasmen bergerak cepat dan tepat dalam menangani berbagai persoalan yang muncul.
"Komisi X ingin mendengarkan secara langsung apa saja langkah yang sudah dilakukan Kemendikdasmen. Situasi ini menyangkut masa depan pendidikan ribuan siswa dan keselamatan para guru," ujar Lalu kepada wartawan, Selasa (2/11/2025).
Dia menjelaskan, sejumlah aspek penting harus segera dipastikan penanganannya, antara lain kondisi guru dan siswa di lokasi bencana, termasuk keselamatan dan kebutuhan dasar mereka.
Kemudian kerusakan gedung sekolah, termasuk inventaris dan sarana pembelajaran yang rusak atau hilang. Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.
Selain itu, pihaknya juga akan membahas penanganan daerah yang masih terisolir akibat akses jalan terputus, yang membuat kegiatan pendidikan tidak dapat berjalan.
Baca Juga: Banjir di Asia Menewaskan Lebih dari 1.000 Orang
"Tidak kalah pentingnya adalah daerah-daerah yang hingga kini masih terisolir. Akses jalan yang terputus tentu berdampak pada layanan pendidikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," tegasnya.
Komisi X DPR juga mendesak pemerintah untuk mempersiapkan langkah khusus di sektor pendidikan, agar daerah yang terdampak bencana tetap aman.
"Kemendikdasmen menyusun langkah mitigasi dan protokol penanganan pendidikan di daerah rawan bencana, sehingga kejadian serupa di masa depan dapat direspons lebih cepat dan sistematis," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






