Fadli Zon: Gelar Pahlawan untuk Soeharto Hasil Kajian Mendalam, Bukan Keputusan Kontroversial

AKURAT.CO Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, merupakan hasil kajian mendalam terhadap jasa dan kontribusinya bagi bangsa, bukan keputusan yang lahir dari pertimbangan politis.
Menurut Fadli, keputusan pemerintah tersebut berlandaskan rekam jejak panjang Soeharto sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kepemimpinannya di era pembangunan nasional.
“Saya kira tidak ada hal yang perlu dipersoalkan. Semua sudah dikaji secara teknis dan komprehensif, termasuk jasa-jasa Pak Harto dalam perjuangan dan pengabdian kepada negara,” ujar Fadli usai menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, Soeharto memiliki peran besar dalam berbagai momentum penting sejarah nasional, mulai dari masa revolusi fisik hingga pembangunan ekonomi yang menopang kemajuan Indonesia di era Orde Baru.
“Antara lain beliau terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret, pertempuran di Ambarawa, pertempuran lima hari di Semarang, juga memimpin Operasi Mandala untuk merebut Irian Barat. Selain itu, kiprahnya dalam membangun ekonomi melalui program Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) sangat signifikan,” paparnya.
Fadli menambahkan, keberhasilan Soeharto menstabilkan ekonomi Indonesia di awal masa pemerintahannya menjadi salah satu alasan kuat pemberian gelar tersebut.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Man City Kian Dekat ke Arsenal, Sunderland Tembus 4 Besar
“Beliau memulihkan ekonomi nasional yang saat itu terpuruk, inflasi mencapai lebih dari 600 persen, pertumbuhan minus, dan kemiskinan meningkat. Di masa beliau, ekonomi kembali stabil, sekolah-sekolah didirikan, dan pemberontakan G30S/PKI berhasil ditumpas,” tutur Fadli.
Menanggapi kritik publik yang menyoroti dugaan pelanggaran HAM dan korupsi di masa pemerintahan Soeharto, Fadli menilai hal itu tidak semestinya menjadi penghalang.
Ia menegaskan bahwa berbagai tudingan tersebut belum pernah terbukti secara hukum.
“Namanya dugaan, ya tetap dugaan. Tidak pernah ada bukti hukum yang menyatakan beliau bersalah,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Dalam upacara di Istana Kepresidenan, Presiden menyerahkan langsung tanda gelar kepada ahli waris para tokoh tersebut.
Baca Juga: Jepang Kalah di 16 Besar FIFA World Cup 2018 Atas Belgia dengan Skor 3-2, Siapa Pencetak Gol Ke-2?
Berikut daftar lengkap penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025:
-
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
-
Soeharto – Jawa Tengah
-
Marsinah – Jawa Timur
-
Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
-
Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat
-
Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
-
Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
-
Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
-
Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
-
Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









