Program MBG Diakui Dunia, Ibu Negara Brasil Undang Indonesia Hadiri COP30

AKURAT.CO Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, secara resmi mengundang Indonesia untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang akan digelar di Belem, Brasil.
Brasil menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu praktik baik dunia dalam memperkuat ketahanan gizi, sekaligus mendukung agenda ketahanan iklim global.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Nani Hendiarti, mengatakan bahwa Ibu Negara Brasil juga mengundang Indonesia untuk mempelajari penerapan teknologi ramah lingkungan yang digunakan dalam program School Meal Global di Brasil.
Baca Juga: Brasil Kagumi Peran Ibu-ibu dalam Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
"Ibu negara tadi mengundang karena akan ada COP30 di Belem. Beliau mengundang kita untuk meninjau fasilitas dan program yang mereka sudah jalankan," kata Nani usai mendampingi Janja meninjau Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Halim, Jakarta Timur, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Dia menjelaskan, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) nantinya akan berkesempatan melihat langsung beragam teknologi yang dikembangkan Brasil. Termasuk, biodigester untuk pengembangan energi terbarukan dalam proses memasak.
"Program school meal di sekolah ini juga bisa mendorong lahirnya teknologi dan ekosistem baru, bukan hanya yang berdampak langsung, tapi juga untuk pengembangan teknologi masa depan dalam mengatasi perubahan iklim. Jadi, green," jelasnya.
Selain itu, Ibu Negara Brasil juga memberikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal pemilihan bahan baku. Di Brasil, penggunaan bahan baku lokal bahkan telah diatur dalam undang-undang.
Baca Juga: Ibu Negara Brasil Kunjungi Dapur MBG di Halim, Apresiasi Program Gizi Pemerintah Indonesia
"Langkah ini menghindari waktu yang terlalu lama hingga bahan sampai di dapur, sehingga kondisinya tetap segar dan kualitasnya terjaga," ujarnya.
Nani menambahkan, prinsip serupa sebenarnya telah diterapkan di hampir seluruh dapur pelaksana program MBG, termasuk di SPPG Halim. Dia menegaskan, keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program MBG.
"Anak-anak yang menerima makanan dari program MBG ini mendapatkannya dalam kondisi segar dan aman. Jarak tempuh dari dapur ke sekolah tidak lebih dari 15 menit, dan makanan langsung dikonsumsi oleh siswa," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






