Akurat

Penyebab Bendera Merah Putih Robek di Monas Saat HUT TNI ke-80, Ini Kata Kapuspen

Shalli Syartiqa | 4 Oktober 2025, 15:07 WIB
Penyebab Bendera Merah Putih Robek di Monas Saat HUT TNI ke-80, Ini Kata Kapuspen

AKURAT.CO ​Insiden robeknya bendera Merah Putih saat gladi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Monas pada Kamis (2/10/2025) menjadi sorotan publik.

​Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah telah menjelaskan penyebab insiden tersebut.

​Evaluasi cepat telah dilakukan untuk memastikan kelancaran acara puncak HUT TNI.

Penyebab Insiden Robeknya Bendera Merah Putih

​​Insiden robeknya bendera Merah Putih saat gladi HUT ke-80 TNI di Monas disebabkan oleh kombinasi angin kencang dan kualitas bahan bendera​.

​Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa angin bertiup sangat kencang, mencapai di atas 20 knot, pada saat kejadian berlangsung.

​Angin di atas 20 knot tersebut cukup kuat sehingga memberikan tekanan besar pada bendera.

​Selain angin kencang, bahan kain bendera yang digunakan juga dinilai kurang kuat untuk menahan tekanan angin tersebut.

​Kapuspen TNI menyatakan bahwa bahan kain yang kurang bagus turut menjadi faktor dalam insiden "miss" tersebut.

​Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa insiden bendera robek merupakan bagian dari proses latihan atau gladi kotor.

​Gladi ini bertujuan untuk menguji tidak hanya kemampuan prajurit TNI, tetapi juga kualitas material yang digunakan dalam upacara.

​Melalui latihan ini, TNI dapat mengetahui kemampuan, batas kemampuan, serta kekurangan dari bahan-bahan yang digunakan.

​Setelah insiden tersebut, pihak TNI segera melakukan evaluasi dan mengganti bendera dengan kain yang lebih kuat. ​

Hasilnya, bendera Merah Putih dapat berkibar dengan sempurna dan lancar saat gladi bersih yang dilaksanakan, pada Jumat (3/10/2025).

​Dengan evaluasi yang telah dilakukan, Freddy optimistis seluruh rangkaian acara HUT ke-80 TNI akan sukses.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.