Akurat

Berkat MBG, UMKM Pemasok Ikan di Tangsel Makin Moncer Tambah Karyawan

Atikah Umiyani | 1 Oktober 2025, 11:20 WIB
Berkat MBG, UMKM Pemasok Ikan di Tangsel Makin Moncer Tambah Karyawan

AKURAT.CO Sejak dipercaya memasok ikan segar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Tangerang Selatan, usaha milik Ifta Bintan berkembang pesat.

Bintan, sapaan akrabnya, kini mempekerjakan 15 orang pegawai untuk memilih, menimbang sekaligus mem-fillet ikan agar siap diolah di dapur MBG.

"Karyawan saya tambah banyak. Mitra kami juga bertambah. Dengan adanya MBG ini, saya banyak membantu ibu-ibu di sekitar rumah untuk ikut bekerja memotong, mencabut duri, lalu memfillet," ujarnya.

Baca Juga: Ibu di Tangsel Harap Program MBG Tetap Lanjut: Cuma di Sini Saya Bisa Ditampung Kerja

Untuk memenuhi permintaan SPPG, setiap hari Bintan menyuplai 3.000 hingga 6.000 potong ikan fillet. Ia kini bekerja sama dengan enam nelayan, meningkat dari sebelumnya hanya dua.

"Kami upayakan ikan-ikan tidak lebih dari empat jam di suhu ruang. Walaupun selalu diberi es batu supaya tetap fresh," katanya.

Bagi Bintan, MBG bukan sekadar peluang usaha tetapi juga sumber keberlangsungan hidup banyak orang. Karena itu, ia berharap program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini tetap dilanjutkan.

Baca Juga: Cek Fakta: Presiden Prabowo Tak Pernah Sepelekan Jumlah Insiden Program MBG

"Justru program ini harus lebih dimaksimalkan agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi. Saya juga ingin memperkenalkan ikan kepada anak-anak bahwa ikan itu enak dan bergizi," jelasnya.

SPPG Ramah UMKM

Kepala SPPG Khusus Tangsel, Nindy Sabrina, menegaskan bahwa pihaknya membuka peluang luas bagi UMKM untuk ikut terlibat.

Saat ini ada 15-20 UMKM yang menjadi pemasok bahan baku, mulai dari daging ayam, telur, tempe, tahu, sayuran hingga buah-buahan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Program MBG Jalan Terus, Perbaikan Dapur Segera Dilakukan

"Semua UMKM bisa datang ke sini, bisa mengetuk pintu. Silakan ajukan penawaran sesuai spesifikasi. Selama kualitas sesuai dan harganya masuk, pasti bisa kami terima," ujarnya.

Nindy menambahkan, tingginya kebutuhan dapur MBG otomatis ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Daging ayam saja sehari bisa 300-400 kilogram. Belum lagi beras, ikan, dan sayuran. UMKM kan mempekerjakan orang juga. Lalu ada mitra mereka seperti petani, peternak, dan nelayan. Jadi, banyak sekali masyarakat yang terdampak," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim MBG Jadi Sejarah Dunia: 30 Juta Penerima dalam Waktu Singkat

SPPG Khusus Tangsel bahkan diganjar penghargaan sebagai SPPG Ramah UMKM, berkat komitmennya melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok MBG.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK