Akurat

SBY Desak Aksi Global Akhiri Tragedi Gaza dan Dukung Solusi Dua Negara

Paskalis Rubedanto | 26 Juli 2025, 18:08 WIB
SBY Desak Aksi Global Akhiri Tragedi Gaza dan Dukung Solusi Dua Negara

AKURAT.CO Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyuarakan keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Gaza, Palestina, yang telah melampaui batas-batas kemanusiaan.

SBY menyambut baik semakin banyaknya negara yang menyerukan penghentian perang, namun mendorong agar seruan itu diikuti dengan tindakan nyata.

Menurut SBY, empat negara penting di Eropa yakni Inggris, Perancis, Jerman dan Italia telah secara eksplisit menyerukan diakhirinya perang dan tragedi kemanusiaan di Gaza.

"Makin banyak negara yang mulai bersuara bagi pengakhiran, baik perang maupun penderitaan kemanusiaan yang ekstrem (extreme human suffering) di Gaza. Meskipun hal begini sudah sangat terlambat tetapi tetap ada baiknya," jelas SBY melalui unggahan di akun X pribadinya, Sabtu (26/7/2025).

Baca Juga: WHO: Bantuan Kemanusiaan Terhambat, Gaza Diambang Bencana Kelaparan

Dia menekankan agar penderitaan rakyat Gaza benar-benar dihentikan. Seruan itu harus ditindaklanjuti melalui diplomasi dan langkah konkret yang melibatkan negara-negara besar lainnya.

"Saya berharap negara-negara besar tersebut bertindak lebih lanjut (tentu bersama negara-negara lain di dunia), agar seruan tersebut betul-betul menjadi kenyataan. Diplomasi dan langkah-langkah serius mesti dilakukan," ujar SBY.

Dia pun mendorong agar Sidang Umum PBB pada September mendatang dapat menjadi forum penting untuk mengupayakan resolusi damai.

"Perhelatan Sidang Umum PBB bulan September mendatang di New York dapat dijadikan forum bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan di Gaza," lanjutnya.

Baca Juga: Menlu RI Serukan Dukungan Kuat ASEAN–UE untuk Palestina di Tengah Krisis Gaza

Menurut SBY, penderitaan warga Gaza tidak bisa terus dibiarkan menjadi tontonan global, sementara mereka yang menyaksikan berada dalam kenyamanan.

"Penderitaan saudara-saudara kita di Gaza sudah sangat melampaui batas-batas kemanusiaan. Karenanya tidak cukup hanya menjadi tontonan di layar-layar televisi di seluruh dunia. Mungkin yang menonton drama kehidupan di Gaza tersebut dalam keadaan nyaman (di ruangan yang dingin ber-AC sambil menikmati kopi dan makanan yang lezat), sementara yang ditonton adalah mereka-mereka yang untuk makan dan minum pun sebagian tidak bisa, serta dalam ancaman keselamatan jiwanya," terangnya.

SBY menyerukan semua pihak terpanggil secara moral untuk bertindak nyata menghentikan perang dan krisis kemanusiaan di Gaza.

"Secara moral, kita semua terpanggil untuk do something bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan yang tiada tara di Gaza tersebut," katanya.

Baca Juga: Ini Daftar Raksasa Teknologi Global yang Terlibat dalam Genosida Israel di Gaza

Prancis dan Solusi Dua Negara

SBY juga menyoroti langkah diplomatik penting yang diambil oleh Prancis, yakni pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Dia menilai keputusan Prancis dapat membuka jembatan baru bagi penyelesaian konflik Israel dan Palestina.

"Terkait dengan pengakuan dan dukungan Prancis terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, tentu ini sebuah tonggak penting mengingat Prancis adalah negara besar di Eropa, anggota G7 dan pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB. Sangat mungkin kebijakan luar negeri Prancis ini menambah 'jembatan' dalam upaya penyelesaian konflik teritori dan kedaulatan antara Israel dan Palestina," jelasnya.

SBY memastikan bahwa solusi dua negara (two state solution) merupakan jalan paling realistis dalam menciptakan perdamaian yang adil dan langgeng di kawasan.

Baca Juga: DPR Berduka atas Tewasnya Direktur RS Indonesia di Gaza, Puan: Ini Tragedi Kemanusiaan

"Konsep Solusi Dua Negara (two state solution) dan bukan Solusi Satu Negara (one state solution) adalah yang paling realistis," ungkapnya.

Namun, menurut dia, solusi itu hanya akan terwujud jika dimulai dari pengakuan mutual antarkedua pihak dan mendapat dukungan global yang semakin luas.

"Prasyarat utama bagi terwujudnya dua negara (Israel dan Palestina) yang sama-sama berdaulat dan hidup berdampingan secara damai harus dimulai dari mutual recognition, dari kedua negara tersebut. Prasyarat penting lainnya adalah dukungan internasional yang makin kuat dan luas agar two-state solution tersebut bisa diwujudkan," ujarnya.

SBY menyadari bahwa jalan menuju perdamaian tidak mudah, namun tetap terbuka untuk diperjuangkan.

Baca Juga: UPDATE Israel Diduga Masukkan Narkoba dan Obat Mandul ke Bantuan Tepung untuk Warga Gaza

"Saya tahu jalan yang mesti ditempuh masih panjang dan tidak semudah yang dipikirkan banyak kalangan. Tetapi hal ini tetap dimungkinkan," tutup politisi senior Partai Demokrat itu.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.