Akurat

Indonesia dan India Perkuat Kolaborasi dalam Fortifikasi Beras Melalui Lokakarya Virtual

Atikah Umiyani | 4 Juli 2025, 13:59 WIB
Indonesia dan India Perkuat Kolaborasi dalam Fortifikasi Beras Melalui Lokakarya Virtual

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menggelar lokakarya secara virtual bertajuk "Strengthening and Ensuring Quality of the Rice Fortification Program in Indonesia" guna membahas fortifikasi beras.

Acara ini menghadirkan Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) untuk berbagi pengalaman tentang program beras fortifikasi di negara itu, yang sudah diterapkan khususnya untuk program bantuan sosial.
 
Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan dukungan Global Health Strategies (GHS). Sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program fortifikasi beras untuk mengatasi kekurangan gizi mikro di Indonesia.

Baca Juga: Kemendari Imbau Pemda Waspadai Kenaikan Harga Beras dan Minyak Goreng
 
Lokakarya bertujuan untuk bertukar wawasan dan pengalaman teknis mengenai standar mutu, sistem pengendalian kualitas (QA/QC) serta inovasi digital yang diterapkan India.

Pembelajaran ini akan digunakan sebagai referensi dalam implementasi program fortifikasi beras di Indonesia.
 
Lokakarya juga merupakan bagian dari Learning Exchange Platform on Large-Scale Food Fortification, sebuah wadah kolaborasi Selatan-Selatan antarnegara yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas pada Oktober 2024.

Baca Juga: Swasembada Lebih Cepat dari Target, Mentan Harap Tak Ada Impor Beras Tahun Ini

Platform ini menghimpun tujuh negara yakni Indonesia, Bangladesh, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan dan Sri Lanka. Untuk memperkuat kebijakan, sistem regulasi dan pertukaran pembelajaran dalam program fortifikasi pangan berskala besar.
 
Fortifikasi pangan adalah proses penambahan zat gizi ke dalam pangan, misalnya beras. Dengan tujuan meningkatkan kandungan gizinya agar dapat memperbaiki status gizi masyarakat.

Di Indonesia, fortifikasi telah menjadi salah satu strategi utama yang masuk dalam prioritas nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran: Berkat Arahan Presiden Prabowo

Sebagai bagian dari tugas dan fungsinya, Bapanas telah menyusun standar nasional untuk kernel beras fortifikan dan beras fortifikasi yang akan menjadi acuan kualitas dan keamanan produk beras yang difortifikasi.

Sesuai arahan RPJMN, beras fortifikasi akan digunakan dalam program bantuan pangan pemerintah.
 
Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Yusra Egayanti, menjelaskan bahwa Bapanas mendukung integrasi beras fortifikasi ke dalam program bantuan pangan pemerintah sebagai wujud upaya mengatasi permasalahan gizi di Indonesia.

Baca Juga: Cadangan Beras Sentuh 3,9 Ton, Gibran: Tertinggi Sepanjang Sejarah

Yang tentunya harus diikuti dengan peningkatan kapasitas produsen beras fortifikasi, laboratorium pengujian serta sistem monitoring keamanan dan mutu beras fortifikasi.

Salah satu langkahnya adalah mempelajari pengalaman negara lain, seperti India, yang telah berhasil menjalankan program fortifikasi beras dan menjangkau lebih dari 400 juta orang.

"Kami sangat mengapresiasi kesediaan FSSAI untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang fortifikasi beras. Ini merupakan kontribusi penting dalam mendukung peningkatan kapasitas kami untuk mengimplementasikan fortifikasi beras di Indonesia secara optimal," ujar Yusra Egayanti, dalam keterangannya, Jumat (4/7/2025).

Baca Juga: Prabowo Bangga Produksi Beras dan Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah, Swasembada Pangan Bukan Mimpi
 
Direktur Eksekutif FSSAI, Dr. Satyen Kumar Panda, menyampaikan kebanggaannya bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat program fortifikasi beras.

"FSSAI telah mendapatkan banyak pengalaman dari pelaksanaan fortifikasi beras dalam beberapa tahun terakhir. Saya percaya, kami juga dapat belajar banyak dari sistem yang diterapkan di Indonesia. Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi praktik baik yang kami miliki untuk memberikan dampak yang positif," jelasnya.
 
Yusra juga menyampaikan rencana Bapanas dalam mengimplementasikan program fortifikasi Beras di Indonesia.

Baca Juga: Ironis, Saat Harga Beras Dunia Turun Tapi di Indonesia Justru Naik

“Selain menetapkan standar kualitas, Bapanas juga akan melakukan beberapa aktivitas untuk memastikan kualitas beras fortifikasi seperti pemantauan sebelum dan sesudah produk beredar di pasar, termasuk audit fasilitas produksi dan pengujian sampel. Kami juga akan mendukung integrasi fortifikasi beras ke dalam program bantuan pangan pemerintah," tuturnya.
 
Lokakarya diikuti oleh perwakilan Bapanas, Kementerian PPN/Bappenas, BRIN, IPB, Yayasan KFI, Kementerian Sosial, Bulog serta BUMD pangan seperti Food Station Tjipinang Jaya dan PT Jatim Grha Utama.
 
Dalam kesempatan tersebut, Bapanas menegaskan bahwa hasil lokakarya ini diharapkan dapat menjadi platform untuk bertukar pengetahuan, pengalaman serta teknologi terbaru dalam fortifikasi beras, yang nantinya dapat diterapkan secara efektif.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan Ketahanan Pangan, Stok Beras Tertinggi dalam 23 Tahun

Selain itu, kolaborasi juga memperkuat kerja sama antara Indonesia dan India, membuka peluang sinergi yang lebih luas di masa depan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK