Akurat

Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, 9 Tewas dan Puluhan Luka

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 1 Maret 2026, 22:04 WIB
Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, 9 Tewas dan Puluhan Luka
Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangan rudal Iran yang menghantam kota Beit Shemesh, Israel. (Sumber: The Times of Israel)

AKURAT.CO Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangan rudal Iran yang menghantam kota Beit Shemesh, Israel.

Rudal tersebut menghantam kawasan permukiman warga.

Serangan itu menghancurkan sebuah sinagoge serta menyebabkan kerusakan parah pada tempat perlindungan bom (bunker) publik dan sejumlah rumah di sekitarnya.

Tim penyelamat menyatakan sejumlah jenazah tambahan berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan.

Selain korban meinggal, sebanyak 28 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dengan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus berkembang.

Situasi keamanan di kawasan dilaporkan masih sangat dinamis, dengan potensi dampak lebih luas terhadap stabilitas regional.

Ali Khamenei Tewas

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan tersebut, Khamenei disebut tewas saat berada di kantornya pada Sabtu dini hari. Media negara menyatakan bahwa saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa.

Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Ganggu Pagu Kemenkes dan Kemendikdasmen

“Serangan pengecut ini terjadi pada dini hari Sabtu,” demikian pernyataan yang dikutip dari media resmi Iran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Khamenei.

“Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan sedang berduka atasnya, seorang pemimpin yang unik dalam kemurnian jiwa, kekuatan iman, kecerdikan dalam urusan negara, keberanian menghadapi pihak yang arogan, serta perjuangan di jalan Tuhan,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Serangan yang diklaim menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut momen ini sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan. Laporan menyebutkan adanya serangan yang menghantam wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk. Situasi ini memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri Iran, serangan tersebut memicu kepanikan. Warga dilaporkan mulai meninggalkan beberapa kota besar karena khawatir konflik akan semakin meluas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.