Mahasiswa Harus Jadi Garda Depan Ketahanan Nasional dan Pembangunan Bangsa

AKURAT.CO Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45 Jakarta), Rudyono Darsono, menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan pembinaan ideologis di perguruan tinggi.
Dia mengajak seluruh sivitas akademika, untuk menjadikan kampus sebagai ruang penggemblengan nilai patriotisme yang relevan dengan tantangan zaman.
"UTA'45 didirikan dengan semangat perjuangan dan nasionalisme. Kini tugas kita adalah meneruskan warisan tersebut dengan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan kebangsaan," ujar Rudyono dalam acara Studium General, Kamis (26/6/2025).
Baca Juga: UI dan UTP Malaysia Teken Kerja Sama Pertukaran Mahasiswa, Siap Kembangkan Program Pendidikan Digital
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar gelar akademik, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan integritas dan kesadaran sejarah.
"Kita tidak sedang membangun menara gading. Kita sedang membangun manusia Indonesia yang punya harga diri, punya memori sejarah, dan siap berdiri untuk bangsanya," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Letjen TNI Muhammad Zamroni, menyampaikan pandangan strategisnya terkait ketahanan nasional dan peran pemuda dalam membangun masa depan bangsa.
Dia menekankan, pentingnya generasi muda memahami tantangan geopolitik serta menjaga integritas dan semangat bela negara di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi yang masif.
"Ketahanan nasional bukan hanya urusan militer, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, terutama dalam menghadapi ancaman non-tradisional seperti disinformasi, radikalisme, dan konflik identitas," kata Letjen Zamroni.
Baca Juga: Strategi Mahasiswa Hadapi Tantangan Digital Waktu, Uang, dan Kreativitas
Dalam paparannya, dia mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa Indonesia kini tidak hanya datang dari kekuatan bersenjata, tetapi juga dari serangan siber, polarisasi sosial, hingga krisis identitas kebangsaan.
"Mahasiswa harus berada di barisan terdepan dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan nasionalisme. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tapi juga pelindungnya," ujar Zamroni di hadapan mahasiswa dan civitas akademika.
Acara Studium General ini menjadi bagian dari komitmen UTA’45 Jakarta dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial-politik nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







