Pertemuan dengan Prabowo, Najwa Shihab: Bahas Teror Kantor Tempo hingga Polemik RUU TNI

AKURAT.CO Pendiri Narasi, Najwa Shihab, secara terbuka mengungkapkan berbagai hal yang menjadi topik pembicaraan antara para pemimpin redaksi (pemred) dan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025).
Menurut Najwa, sesi tersebut berlangsung secara terbuka, di mana para jurnalis senior diberikan kebebasan penuh untuk mengajukan pertanyaan tanpa harus menyerahkan daftar pertanyaan terlebih dahulu.
"Pertanyaannya benar-benar spontan. Bahkan kami sesama jurnalis pun tidak tahu apa yang akan ditanyakan satu sama lain. Setiap pemred mempersiapkan pertanyaannya sendiri tanpa ada penyaringan sebelumnya. Hasilnya, topik yang dibahas sangat beragam," ujar Najwa, Senin (7/4/2025).
Baca Juga: Teror Kantor Tempo, Komnas HAM Tegaskan Jurnalis Harus Dilindungi Negara
Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu penting diangkat, termasuk revisi Undang-Undang (RUU) TNI yang sempat menjadi sorotan publik dan memicu aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Selain itu, Prabowo juga dimintai tanggapan mengenai tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi, termasuk insiden yang melibatkan paramedis saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di puluhan kota.
Tak hanya itu, para pemimpin redaksi turut menyoroti polemik RUU Polri yang sedang menjadi perhatian publik. Kekhawatiran muncul, terkait kemungkinan peningkatan kewenangan kepolisian dalam rancangan undang-undang tersebut.
Padahal, yang dibutuhkan masyarakat justru pengawasan yang lebih ketat terhadap aparat penegak hukum.
Isu komunikasi pemerintah juga tak luput dari pembahasan. Najwa mengungkapkan bahwa Prabowo mengakui kelemahan dalam strategi komunikasi pemerintah yang masih jauh dari ideal.
Baca Juga: Hasan Nasbi: Respons Santai Jurnalis Tempo Bikin Peneror Kepala Babi Gagal Total
Salah satu pertanyaan tajam yang diajukan adalah, terkait kasus teror terhadap media. Khususnya, yang menimpa Tempo, yang menerima kiriman kepala babi sebagai bentuk intimidasi.
Selain itu, sikap Istana dalam merespons kasus tersebut juga dipertanyakan, terutama setelah pernyataan Kepala PCO, Hasan Nasbi, yang menyebut 'dimasak saja' ketika menanggapi insiden tersebut. Najwa menegaskan, bahwa pertanyaan tersebut secara langsung ditujukan kepada Prabowo untuk mengetahui pendapatnya.
Di luar isu politik dan hukum, diskusi juga mencakup tantangan ekonomi terkini, seperti kebijakan tarif Amerika Serikat yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional.
Selain itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok, ancaman meningkatnya angka pengangguran, serta berbagai isu terkait birokrasi dan kebijakan ekonomi lainnya turut menjadi bahan diskusi.
"Dari ekonomi, birokrasi, keamanan, hingga kebebasan pers, banyak sekali yang ditanyakan. Durasi pertemuan pun berlangsung hingga tiga jam," pungkas Najwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








