AKURAT.CO Kementerian Agama memastikan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan guru madrasah periode Januari-Februari 2025 akan dibayarkan sebelum Hari Raya Lebaran.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, mengatakan, pencairan tunjangan tengah dipersiapkan.
Surat Perintah Membayar (SPM) dibuat sejak 17 Maret 2025, sehingga dana tunjangan guru diharapkan telah masuk ke rekening guru madrasah mulai pekan depan.
"Kita siapkan anggaran sebesar kurang lebih Rp2 triliun yang akan cair sebelum Lebaran, 18 sampai 24 Maret 2025," ujarnya, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/3/2025).
Suyitno menjelaskan, pencairan tunjangan guru merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan pemerintah untuk memberikan kesejahteraan dan profesionalisme guru madrasah di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Tunjangan Guru Dikirim Langsung ke Rekening Pribadi, Tak Ada Lagi yang Ditahan-tahan
TPG bagi guru madrasah yang PNS diberikan sebesar satu kali gaji pokok sesuai pangkat dan golongannya.
Sedangkan tunjangan bagi guru madrasah non-ASN yang belum inpassing, saat ini akan diberikan sebesar Rp1.500.000 terlebih dahulu.
"Terkait peningkatan TPG sebesar Rp500 ribu bagi guru madrasah non-PNS non-inpassing akan segera disusulkan setelah payung hukumnya terbit, berupa revisi PMA tentang pembayaran TPG," kata Suyitno.
Peningkatan tunjangan guru bagi guru non-PNS bukan inpassing bertujuan memberikan apresiasi dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para guru, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di madrasah seluruh Indonesia.
Direktur GTK Madrasah, Thobib Al-Asyhar, mengatakan, TPG diberikan kepada guru yang telah memenuhi sejumlah persyaratan.
Seperti punya sertifikat pendidik yang telah terdaftar dalam sistem EMIS GTK Kemenag, memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu dan memiliki hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) minimal baik.
Untuk kelancaran pencairan tunjangan guru, Thobib mengimbau kepada guru calon penerima untuk memperhatikan beberapa hal.
Baca Juga: Tunjangan Guru 2025: Ini Besaran dan Cara Cek Pencairannya
Pertama, memeriksa data kepegawaian dan rekening bank yang terdaftar untuk menghindari kendala teknis.
Kedua, memastikan kehadiran dan beban kerja telah dimasukkan di sistem EMIS GTK.
Ketiga, melaporkan kendala pencairan ke Kantor Kemenag setempat untuk mendapatkan solusi lanjut.
"Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran tunjangan profesi guru madrasah langsung ke rekening guru. Proses pencairan akan terus dimonitor agar berjalan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas Thobib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








