Satryo Soemantri Ungkap Alasan di Balik Reshuffle: Presiden Alergi Terhadap Demo

AKURAT.CO Mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengungkap kisah di balik pemecatannya dari Kabinet Merah Putih pada 19 Februari 2025.
Ia menyebut rentetan demonstrasi yang terjadi di kantornya serta aksi mahasiswa terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi faktor utama yang menyebabkan dirinya direshuffle.
Satryo menceritakan bahwa pada malam sebelum pencopotannya, ia didatangi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Jaya di kediamannya di kawasan Widya Chandra.
"Selasa malam, 18 Februari, sekitar pukul 22.00, Mayor Teddy datang ke rumah saya," ujar Satryo, dalam wawancara eksklusif dengan sebuah media massa yang videonya ditayangkan di Youtube, dikutip Minggu (9/3/2025).
Dalam pertemuan itu, Teddy menyampaikan bahwa demonstrasi yang terjadi di Kantor Kemendikti Saintek pada 20 Januari serta aksi mahasiswa terkait UKT pada 17-18 Februari dianggap sebagai kesalahan fatal.
Baca Juga: Golkar Akan Tertibkan Pleno Ilegal AMPI, Bidang Ormas Siapkan Langkah Tegas!
"Beliau mengatakan bahwa saya telah melakukan kesalahan fatal karena dua demo tersebut," ungkap Satryo.
Lebih lanjut, Teddy juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menyukai adanya demonstrasi, apalagi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah pemerintahan.
"Pak Presiden itu alergi terhadap demo, kata Mayor Teddy. Jika ada demo, itu dianggap sebagai kegaduhan dan membuat suasana tidak kondusif," tutur Satryo.
Sebagai informasi, Satryo Soemantri menjadi menteri pertama yang direshuffle dalam 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo.
Keputusan pencopotannya diduga kuat akibat dua peristiwa tersebut: protes ASN Kemendikti Saintek serta aksi mahasiswa yang menolak potensi kenaikan UKT akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








