Prabowo Gelar Ratas dengan PPATK hingga Kejagung, Langkah Sigap Cegah Kebocoran Anggaran?

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas (ratas) dengan Kejaksaan Agung dan sejumlah kepala badan. Ratas diperkirakan mulai pukul 15.00 WIB, di Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Sejumlah tokoh yang terlihat hadir dalam ratas ini, di antaranya Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh; dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana.
Selain itu, sejumlah pejabat Kejaksaan Agung yang hadir di antaranya, Jamintel Reda Manthovani, Jamdatun Narendra Jatna, Jampidum Asep Nana Mulyana, Jampidmil Ali Ridho, dan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Baca Juga: Tidak Ada Kompromi, Presiden Prabowo Bakal Basmi Judi Online di Indonesia
Berdasarkan informasi yang beredar, Jaksa Agung ST Burhanuddin turut hadir dalam ratas bersama Presiden kali ini. Namun, sosoknya belum terlihat oleh awak media.
Sementara itu, sejauh ini belum ada keterangan resmi terkait apa yang menjadi agenda dalam ratas kali ini. Namun, tidak menutup kemungkinan ratas ini untuk membahas soal antisipasi untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran.
Mengingat, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan bahwa dirinya berkomitmen untuk memerangi kebocoran. Selain itu, Prabowo juga meminta kepada seluruh kementerian lembaga untuk melakukan berbagai upaya penghematan.
Diketahui, Prabowo dalam pidato perdananya sebagai presiden, mengajak semua pihak untuk berani menghadapi kenyataan masih terjadinya kebocoran anggaran negara, penyelewengan, dan korupsi yang membahayakan masa depan dan generasi penerus bangsa.
Prabowo pun mengajak semua pejabat politik dan pejabat Pemerintah pada semua tingkatan, untuk tidak takut menghadapi realita skandal perbuatan curang penuh penyimpangan, kolusi, antara oknum pejabat dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, dan tidak patriotik. Dia berkomitmen memberantas korupsi yang menyebabkan kebocoran anggaran.
Baca Juga: Prabowo Berencana Gelar Retreat dengan Kepala Daerah Terpilih, Istana: Biar Kompak
Anggota Komisi XI DPR, Hillary Brigitta Lasut, meyakini Presiden Prabowo Subianto akan membawa kembali hukum sebagai alat pencari keadilan sesungguhnya, bukan alat politik.
"Saya yakin di pemerintahan yang baru ini bisa, karena Pak prabowo sudah sampaikan langsung sendiri demokrasi dan hukum akan berjalan dengan baik, serta menjunjung tinggi rasa keadilan. Tapi harus ada pengawalan masyarakat Indonesia," kata Hillary dalam keterangan resmi, Jumat (25/10/2024).
Dia yakin, penegakkan hukum di era pemerintahan saat ini akan lebih baik, karena Prabowo juga telah menekankan komitmennya untuk setia pada konstitusi. Dengan begitu, tak ada lagi pelanggaran terhadap konstitusi yang sempat menjadi isu di republik ini beberapa waktu ke belakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








