Akurat

Waspada, Banjir Rob Berpotensi Melanda Mayoritas Wilayah Pesisir Sepekan ke Depan

Mukodah | 29 Desember 2024, 22:25 WIB
Waspada, Banjir Rob Berpotensi Melanda Mayoritas Wilayah Pesisir Sepekan ke Depan

AKURAT.CO Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan melanda sebagian besar wilayah pesisir dalam sepekan ke depan, dengan ketinggian muka air mencapai 1-1,5 meter.

"Potensi banjir rob itu terjadi akibat peningkatan ketinggian air laut maksimum, yang dipengaruhi oleh fenomena Bulan Baru pada 31 Desember 2024," kata Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo, di Jakarta, Minggu (29/12/2024).

Tim meteorologi BMKG mencatat, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut pada periode tersebut, maka banjir rob dapat berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir, antara lain Provinsi Aceh (Meulaboh 31 Desember - 3 Januari 2025), Sumatera Utara (Kecamatan Medan Belauan, Medan Merelan dan Medan Pelabuhan), Kepulauan Riau (Batam, Dabo Singkep, Karimun, Bintan dan Tanjung Pinang 31 Desember - 4 Januari 2025).

Baca Juga: Waspada Banjir Rob, Warga di Sejumlah Wilayah Pesisir Jakarta Diminta Siaga

Kemudian Sumatera Barat (Padang, Padang Pariaman, Pantai Pariaman, Padang Painan 31 Desember - 3 Januari 2025), Jambi (selat Berhala 31 Desember - 5 Januari 2025), Kepulauan Bangka Belitung (pesisir Pangkalpinang 31 Desember 2024 - 1 Januari 2025).

Provinsi Lampung (Bandarlampung 31 Desember - 3 Januari 2025), Banten (perairan utara Tangerang, Selat Sunda barat Pandeglang, utara Serang, selatan Pandeglang, selatan Lebak pada 31 Desember - 5 Januari 2024)

Kemudian Provinsi Jakarta (pesisir utara Jakarta 31 Desember 2024 - 3 Januari 2025), pesisir utara Jawa Tengah (Semarang, Demak, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes 31 Desember 2024 - 8 Januari 2025), selatan Jawa Tengah (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Daerah Istimewa Yogyakarta 30-31 Desember 2024), selatan Jawa Barat (selatan Sukabumi dan Cianjur 30-31 Desember 2024), pesisir Jawa Timur (Surabaya Pelabuhan, Surabaya Timur, Kalianget, Madura 28-31 Desember 2024).

Baca Juga: Atasi Banjir Rob, DPRD DKI Jakarta Desak Optimalisasi Pompa dan Tanggul

Pesisir Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Bima 29-31 Desember 2024), Nusa Tenggara Timur (utara dan selatan Flores, Pulau Sumba, Pulau Sabu, Raijua, Rote, Pulau Timor).

Kalimantan Utara (Nunukan, Tarakan, Tanjung Selor 31 Desember 2024 - 1 Januari 2025), Kalimantan Timur (Balikpapan timur dan Balikpapan Barat 31 Desember - 6 Januari 2025), Kalimantan Selatan (pesisir Sungai Barito, Kotabatu, Tanah Bumbu, Tanah Laut 29 Desember - 4 Januari 2025), Kalimantan Barat (pesisir Kalimantan Barat 31 Desember 2024 - 4 Januari 2025), Kalimantan Tengah (selatan Kota Waringin Barat meliputi Kubu, Keraya, Kumai 31 Desember 2024 - 4 Januari 2025)

Sulawesi Selatan (Pare-pare, Sparemonde Makassar bagian barat, Makassar, Pangkep, Selayar, Bonerate, Kalatoa bagian utara 30 Desember 2024 - 2 Januari 2025), Sulawesi Tengah (Perairan Palu - Donggala 31 Desember - 1 Januari 2025), Sulawesi Utara (pesisir Sulawesi Utara, Bitung, Kepulauan Sangihe, barat Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud 31 Desember 2024 - 6 Januari 2025).

Baca Juga: Pimpinan MPR: Banjir Rob di Jakarta Utara Bukti Nyata Krisis Iklim

Provinsi Maluku (Ambon, Saumlaki, Kai, Aru dan Kabupaten Seram bagian timur 1-3 Januari 2025), Maluku Utara (Lolonda, Morotai, Tobelo, Ternate dan Taliabu 31 Desember 2024 - 1 Januari 2025), Papua (utara Jayapura, Kabupaten Sarmi, Biak, Serui, Waropen pada 30 Desember 2024 - 1 Januari 2025).

Eko menambahkan, selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat karena genangan air, banjir rob juga berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan kelancaran aktivitas pelaku usaha tambak garam hingga ikan air tawar/laut pada wilayah pesisir.

Baca Juga: Jakarta Utara Kembali Digenangi Banjir Rob Hari Ini, 5 RT Terdampak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK