TNI AL Targetkan Bangun 96 Dapur Umum untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO TNI Angkatan Laut (TNI AL) turut mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, dengan menyiapkan tenaga dan lahan yang akan dibangun sebagai dapur umum.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengatakan urusan anggaran nantinya bisa dikerjasamakan dengan instansi lain.
"Perintah (untuk terlibat makan bergizi gratis) sudah ada dan dari Panglima TNI juga ada. Kami mendukung program pemerintah ini. Untuk masalah anggaran, kita bisa kerja samakan, bisa anggarannya dari pemerintah daerah, atau dari Badan Gizi Nasional, kemudian kami yang mengerjakan, kami siapkan tenaga, kemudian untuk lahan-lahannya juga kami siapkan," kata Laksamana Ali di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu (21/12/2024).
Dia menjelaskan, pada prinsipnya TNI mendukung program dan kebijakan pemerintah yang ditujukan kepada rakyat. TNI AL menargetkan, membangun 96 dapur umum di berbagai satuannya se-Indonesia untuk mendukung program ini.
Baca Juga: Penjelasan Istana Soal Biaya Program Makan Bergizi Gratis Rp10 Ribu
Ditargetkan, satu dapur umum itu bisa menyediakan makan bergizi 3.000–4.000 porsi untuk para pelajar dari sekolah-sekolah dasar di sekitar markas satuan. Dengan demikian, jika 96 dapur umum itu operasional, TNI AL dapat menyediakan 288.000—384.000 porsi makanan per harinya untuk para pelajar.
"Nanti kami melihatnya banyaknya sekolah di sekitar dapur umum, yang disediakan oleh TNI itu terutama yang jarak jangkauannya sekitar 3 kilometer, sementara jika lebih dari itu mungkin dipegang oleh dapur-dapur umum lainnya," katanya.
Dari jumlah 96 dapur umum yang ditargetkan, sejauh ini ada 18 dapur umum yang telah berdiri dan menggelar beberapa uji coba, termasuk yang ada di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta.
Dapur umum lainnya yang juga telah dibangun oleh TNI AL, mencakup dapur-dapur di Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir Gedangan, Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 2 Marinir Karangpilang, Resimen Kavaleri (Menkav) 2 Marinir Semarung Surabaya, Pangkalan Marinir Opak Surabaya, dan Komando Latih Marinir (Kolatmar) PLP Purboyo Malang.
Kemudian, Kompi Markas Brigif 4/BS Lampung, Yonif 7 Marinir Lampung, Yonif 8 Marinir Pangkalan Brandan Belawan, Yonif 9 Marinir Lampung, Yonif 10 Marinir Batam, Pasukan Marinir (Pasmar) 3 Katapop Sorong, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar, Lantamal XI Ambon, Lanal Tegal, Lanal Lhokseumawe, Lanal Malang, Lanal Biak, dan dapur umum di lingkungan Kodiklatal.
Sebelumnya, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) memberikan penjelasan terkait biaya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp10 ribu, yang sebelumnya menuai kritik dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Juru Bicara PCO, Hariqo Satria, menjelaskan, besaran biaya tersebut merupakan rata-rata hasil uji coba yang dilakukan selama satu tahun di beberapa kota di tiga provinsi di Pulau Jawa.
"Harga Rp10 ribu itu keluar dari berbagai hasil uji coba selama satu tahun ini di banyak kota di tiga provinsi di Pulau Jawa. Jadi, sekali lagi, harga Rp10 ribu itu adalah rata-rata untuk Pulau Jawa," ujar Hariqo dalam wawancara yang diunggah akun Instagram @dekade08, Senin (16/12/2024).
Nantinya, besaran biaya MBG di luar Pulau Jawa akan disesuaikan dengan kondisi lokal, termasuk harga bahan pokok di masing-masing daerah. Dia memastikan, menu makanan dalam program MBG telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, yakni sebesar 600-700 kalori per porsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








