Akurat

Bawaslu: Hoaks di Pilkada Serentak 2024 Paling Banyak Disebarkan Lewat TikTok

Citra Puspitaningrum | 12 Desember 2024, 21:22 WIB
Bawaslu: Hoaks di Pilkada Serentak 2024 Paling Banyak Disebarkan Lewat TikTok

AKURAT.CO Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Lolly Suhenty, mengungkapkan media sosial TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan untuk menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian, dan isu negatif selama Pilkada Serentak 2024.

"TikTok menjadi media yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan informasi yang melanggar dalam Pemilihan Serentak 2024," kata Lolly dalam laman resmi Bawaslu yang dikutip, Kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Bawaslu Daerah Diminta Evaluasi Pembentukan dan Kinerja Pengawas Pemilu Ad Hoc

Dia menjelaskan, TikTok menjadi media penyebaran informasi negatif karena format konten video singkat yang dihadirkan membuat informasi lebih mudah diterima dan memengaruhi khalayak dalam waktu singkat.

"Kenapa TikTok? Karena objek yang bergerak menjadi konten yang mudah diserap oleh khalayak. Kurang dari semenit, konten yang diberikan dapat memengaruhi penerima informasi," jelasnya.

Dia pun menekankan, pentingnya evaluasi pengawasan siber untuk menghadapi tantangan dalam dunia digital. Dia berharap, evaluasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengawasan terhadap konten-konten digital selama pemilu.

"Saya harap dengan adanya evaluasi ini dapat dimanfaatkan dengan benar-benar untuk peningkatan kapasitas, khususnya pengawasan siber atau dunia baru ini," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.