Reuni 212 di Monas, Begini Sejarah Singkatnya

AKURAT.CO Reuni 212 yang diadakan setiap tanggal 2 Desember di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, merupakan peristiwa bersejarah yang bermula dari aksi besar-besaran pada tahun 2016.
Gerakan ini dikenal sebagai "Aksi Bela Islam" yang bertujuan untuk menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Ahok dituduh melakukan penistaan agama karena komentarnya terkait Surat Al-Maidah ayat 51 dalam kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.
Komentar Ahok yang dianggap menyinggung umat Islam beredar luas di media sosial, memicu reaksi besar dari kelompok masyarakat.
Baca Juga: Muhammad Rizieq Shihab Usulkan Pemuda Indonesia Dikirim Berjihad ke Palestina
Aksi yang pertama kali berlangsung pada 4 November 2016 (Aksi 411) berlanjut menjadi Aksi 212 pada 2 Desember 2016.
Ribuan hingga jutaan massa dari berbagai daerah berkumpul di Monas untuk menggelar demonstrasi damai, diisi dengan doa bersama dan salat Jumat.
Momen ini juga dihadiri Presiden Joko Widodo, yang turut salat Jumat bersama massa sebagai bentuk pendekatan.
Setelah Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara, semangat Aksi 212 tidak mereda.
Aksi ini berkembang menjadi agenda tahunan, dikenal sebagai Reuni 212, dengan tujuan mempererat persatuan umat Islam dan mengkritisi kebijakan pemerintah.
Namun, reuni ini sering diwarnai kontroversi, termasuk pembubaran oleh aparat pada tahun-tahun tertentu karena alasan keamanan atau pandemi.
Reuni 212 menggambarkan dinamika sosial-politik di Indonesia, memperlihatkan bagaimana isu agama dan politik saling berkelindan dalam membentuk pergerakan massa.
Hingga kini, acara ini tetap menjadi sorotan, baik sebagai simbol persatuan umat Islam maupun sebagai forum kritik sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









