Akurat

Perlawanan terhadap Produk Terafiliasi Israel Semakin Menguat di Indonesia

Arief Rachman | 3 September 2024, 16:24 WIB
Perlawanan terhadap Produk Terafiliasi Israel Semakin Menguat di Indonesia

AKURAT.CO Perusahaan multinasional yang terafiliasi dengan Israel semakin gencar menggunakan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran bisnis mereka di Indonesia.

Beberapa di antaranya mengganti identitas merek dengan menghapus logo perusahaan induk, mengklaim produk sebagai 100 persen buatan Indonesia, hingga menampilkan model berhijab dalam iklan televisi.

Namun, taktik ini mendapatkan perlawanan kuat dari masyarakat yang semakin sadar akan asal-usul produk tersebut.

Diskusi di media sosial menjadi cermin dari gerakan boikot yang semakin masif. Akun @thejonosman di aplikasi Threads menyoroti bahwa banyak merek yang terafiliasi dengan Israel, kini tidak lagi mencantumkan logo perusahaan induk mereka dalam iklan.

Baca Juga: Menag Yaqut Ingin Perlihatkan Keberagaman di Indonesia ke Paus Fransiskus

Penggunaan model berhijab dan label halal MUI juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tetap menarik konsumen muslim di Indonesia.

"Tiba-tiba semua model iklan berhijab, selalu ada label halal MUI, dan iklan-iklan tersebut ditayangkan pada jam-jam primetime. Tapi masyarakat semakin sadar dan tetap mendukung gerakan boikot," tulis akun @artieaprillia.

Aksi boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia telah berkembang menjadi gerakan yang signifikan.

Ada beberapa perusahaan multinasional yang kini menjadi target utama dalam daftar boikot yang diterbitkan oleh Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI).

YKMI merespons positif langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menetapkan lima kriteria untuk mengidentifikasi produk terafiliasi dengan Israel.

Baca Juga: Golkar Apresiasi Rencana Prabowo Sisihkan Anggaran Khusus untuk Berantas Korupsi

Kriteria ini meliputi pengendalian saham oleh pihak yang memiliki afiliasi dengan Israel, bisnis aktif di Israel, dukungan terhadap politik genosida, nilai-nilai yang bertentangan dengan agama dan Pancasila, serta investasi yang tetap berlanjut di Israel.

“YKMI sangat mendukung kriteria produk terafiliasi Israel dari MUI. Kriteria ini memberikan landasan yang lebih kuat agar konsumen Muslim memilih produk nasional yang tidak terafiliasi dengan Israel,” ujar Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan.

Menurut survei terbaru Goodstats.id, gerakan boikot ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Sebanyak 70,2 persen responden mendukung aksi boikot, dan 77,2 persen menyatakan bahwa mereka secara aktif terlibat dalam boikot tersebut.

“Solidaritas terhadap Palestina dan keinginan untuk menekan Israel menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk mendukung boikot,” kata Iip M. Aditiya, Managing Editor GoodStats.

Hasil survei ini menunjukkan, masyarakat Indonesia merasa memiliki peran penting dalam upaya kolektif untuk mempromosikan perdamaian melalui boikot.

Gerakan ini menjadi salah satu wujud nyata dari dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Palestina, serta bentuk perlawanan terhadap produk-produk yang memiliki afiliasi dengan Israel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.