Akurat

Tahun Tuna 2024, Langkah KKP Perluas Pasar Tuna Indonesia di Global dan Domestik

Rizky Dewantara | 30 Agustus 2024, 22:34 WIB
Tahun Tuna 2024, Langkah KKP Perluas Pasar Tuna Indonesia di Global dan Domestik

AKURAT.CO Bukan hal baru lagi bahwa tuna adalah salah satu komoditas ikan favorit untuk dikonsumsi di dunia. Sebagai negara maritim, Indonesia menyumbang ikan dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung, salah satunya tuna.

Indonesia merupakan penghasil tuna nomer 2 di dunia, dengan jumlah produksi tuna mencapai 2,2 juta ton di tahun 2023. Bahkan, tuna dari Indonesia menyumbang lebih dari 8 persen dari total perdagangan pangan hasil laut secara global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor tuna Indonesia sepanjang Januari-Mei 2024 mencapai USD374,69 juta, meningkat 4,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar USD359,12 juta.

Baca Juga: Menteri Teten Dorong Pengembangan Bisnis Ikan Tuna di Biak Lewat Koperasi

Adapun volume ekspor tuna tersebut dalam tren positif mencapai 92.099 ton sepanjang Januari-Mei 2024, dibandingkan periode sama tahun 2023 yang sebesar 80.889 ton. Di mana pasar utamanya adalah, Amerika Serikat (AS), Jepang, China, Thailand.

Oleh karena itu, tahun 2024 ini dinobatkan sebagai #TahunTuna oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebagai bentuk komitmen memperkuat daya saing komoditas tuna di pasar domestik dan global.

"Tahun tuna ini sebagai salah satu pemicu bagaimana mencintai produk yang ditangkap indonesia, yang kita kelola dengan baik kemudian bisa masuk pasar ekspor dan bisa disenangi masuk pasar domestik," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistyo, dalam tayangan Podcast Segara melalui Youtube KKP.

Budi mengatakan, ekspor tuna di Indonesia terus meningkat. Sayangnya, masih segelintir masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi tuna produksi dalam negeri. Untuk itu, Tahun Tuna ini juga menjadi langkah KKP untuk mengajak masyarakat untuk bangga dan makin gemar mengonsumsi tuna.

Dia bercerita, Kota Bitung merupakan salah satu tempat pendaratan tuna terbesar di Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat di Kota Bitung yang belum pernah makan tuna.

Sehingga, melalui Tahun Tuna 2024, KKP ingin lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi tuna. Mengingat, tuna mengandung protein, kaya akan vitamin.

Baca Juga: Jadi Hidangan Kemenangan Belinda Di MasterChef Indonesia, Intip Resep Tuna Belly Tartare Yang Disukai Para Juri

"Sementara kalau di masyarakat, para remaja banyak yang makan shashimi. Kami ingin memastikan bahwa tuna yang dikonsumsi masyarakat adalah tuna yang berkualitas dan dijamin mutunya dan aman dari segi pangan. Ini menjadi satu semangat kami untuk mengenalkan tuna," imbuhnya.

Dengan banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi tuna, maka hal itu akan memperluas pasar tidak hanya pasar global, namun juga pasar domestik. Sehingga, tuna akan menjadi kebanggaan komoditas ikan di Indonesia.

"Sekarang kita ingin mengenalkan bahwa semua memahami apa itu tuna, jenis tuna, manfaatnya apa, dan masakan apa saja yang bisa dioleh dari tuna. Sehingga tuna Indonesia dicintai oleh orang Indonesia. Karena pangsa pasarnya cukup besar, penduduk kita kan lebih dari 278 juta jiwa," jelas Budi.

Selain itu, jika terjadi resesi dunia yang berdampak pada menurunnya ekonomi dunia, Indonesia tetap memiliki pasar sendiri di dalam negeri. Sehingga, ini yang menjadi satu nilai kenapa tuna harus digencarkan dan disosialisasikan di dalam negeri.

"Orientasi kita adalah perluasan, yang ekspor kita perluas dan di dalam juga kita perkuat. Sehingga industri tuna akan tumbuh. Dari sisi penangkapannya, pengelohannya, dan pemasarannya," kata Budi.

Dengan menggali potensi pasar baru, maka tuna di Indonesia bisa terus meningkat. Di mana KKP akan mencari tren pasar baru untuk tuna, seperti tuna beku segar, tuna shashimi. Sehingga, akan lebih fokus untuk mencari tujuan pasar tertentu.

Selain itu, Tahun Tuna ini juga berkaitan untuk mempersiapkan implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

"Kita tahu tuna ini kantongnya ada di Indonesia Timur, di lautan pasifik dan semuanya ada di zona 2 dan zona 3. Ketika nanti di sana armadanya mengikuti perikanan tangkap terukur ini produksinya meningkat, nanti industri pengolahan apa saja yang harus disiapkan. Atau industri pengolahan apa saja yang akan tumbuh disana. Nah ketika itu tumbuh, maka akan terjadi segmen-segmen pasar baru," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.