Mau IKN Jadi Pusat Pemerintahan, Prabowo Minta Desain Gedung DPR/MPR hingga MA Segera Disayembara

AKURAT.CO Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia juga ingin IKN bisa menjadi pusat pemerintahan eksekutif, yudikatif dan legislatif.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet perdana yang dipimpin Presiden Joko Widodo, di Penajam Paser Utara, IKN, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/8/2024).
"Saya tidak memberi pengarahan tapi saya memberi beberapa komentar, tadi sudah saya jelaskan beberapa kali bahwa IKN ini akan kita tuntaskan akan kita selesaikan dengan baik karena memang sangat dibutuhkan tadi Bapak Presiden (Jokowi) sampaikan soal pemerataan dan keinginan kita juga tentang daya dukung konsentrasi kegiatan," kata Prabowo.
Dia mengatakan, pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran yang besar untuk pembangunan pusat pemerintahan yudikatif, eksekutif dan legislatif yang menjadi prioritas.
Baca Juga: Kunjungi Pelatnas Sepakbola IKN, Erick Thohir Minta Pembangunan Rampung Total 7 Oktober
"Ruang anggaran yang kita siapkan cukup besar. Intinya adalah Ibu Kota Negara adalah pusat pemerintahan Yudikatif, Eksekutif dan Legislatif. Berarti, Gedung DPR MPR RI menjadi prioritas dengan perumahan anggota DPR MPR dan ruangan kantornya, MA/MK juga sangat mendesak menurut saya," ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada otoritas IKN untuk dapat segera membuat sayembara desain pembangunan Gedung DPR/MPR RI, Gedung MA, dan MK.
"Jadi, kalau bisa mungkin otoritas sudah mulai membuat sayembara untuk desain yang bagus yang tidak bertentangan atau bertrabrakan dengan desain yang sudah ada. Kalau itu sudah selesai, sebetulnya secara substansi ibu kota pemerintah sudah bisa beroperasi di sini. Jadi kita tidak perlu tunggu yang lain-lain. Saya kira yang lain-lain itu akan menyusul," lanjutnya.
Tak hanya itu, Prabowo bahkan juga menekankan pada mitigasi bencana berupa perlunya kesiapan menghadapi bencana terutama kebakaran mengingat konsep IKN adalah Forest City.
"Bagaimanapun, saya dididik untuk selalu menghadapi kemungkinan yang paling jelek, berarti masalah hutan itu sangat besar, berarti kita harus siap untuk bencana bahaya kebakaran, kita harus siap dengan teknologi yang ada," jelasnya.
Prabowo menekankan, perlunya teknologi canggih untuk pemantauan dan penambahan tim pemadam kebakaran di IKN.
"Saya kira tim pemadam kebakaran koordinasi kita juga harus bantu badan bencana alam BNPB ya, harus dikonsentrasikan tidak boleh ada sedikit peluang untuk mengancam IKN karena kita desainnya forest city," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






