Akurat

Jokowi Target Proyek Pengendalian Banjir Rob di Tambak Lorok Rampung Agustus 2024

Rizky Dewantara | 17 Juni 2024, 12:48 WIB
Jokowi Target Proyek Pengendalian Banjir Rob di Tambak Lorok Rampung Agustus 2024

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pengendalian banjir dan penataan kampung nelayan di kawasan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

Dia menargetkan, proyek ini akan rampung di Agustus 2024. Diharapkan, proyek pengendalian ini bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain dalam mengendalikan banjir rob, sekaligus penataan kampung nelayannya.

"Nanti akan selesai bulan Agustus. Ini nanti kalau memang baik, penataan kampung nelayannya baik, nanti akan kita bisa direplikasi dicopy ke daerah-daerah lain. Paling tidak ada contoh dulu," kata Jokowi saat peninjauan dikutip Youtube Sekretariat Presiden, Senin (17/6/2024).

"Nanti kita lihat dulu kalau sudah selesai, penataan kampungnya seperti apa, tanggul pengendalian robnya efektivitasnya seperti apa," jelasnya.

Baca Juga: Tanggap Bencana Banjir, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Luwu Utara dan Tanah Laut

Dia menjelaskan, dengan panjang mencapai 3,6 kilometer (km), diperkirakan tanggul ini bisa menahan banjir rob selama 30 tahun. Tercatat, proyek ini telah menghabiskan anggaran hingga Rp386 miliar.

"Ini adalah proyek pengendalian rob dan penataan kawasan kampung nelayan di tambak lorok yang panjanganya untuk tanggul robnya 3,6 km untuk pengendlian rob di tambak lorok dan juga penataan kampung nelayan. Saya kira dalam jangka 30 tahun minimal itu bisa menahan rob yang terjadi," imbuhnya.

Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara, adalah perkampungan nelayan terbesar di Kota Semarang, yang letaknya berada di garis pantai Laut Jawa.

Kampung ini terletak tepat di pinggiran Kota Semarang bagian utara yang langsung berbatasan dengan perairan Laut Jawa, tepatnya di pinggir Sungai Banger.

Tambak Lorok adalah perkampungan nelayan yang masyarakatnya selalu menjalani aktivitas dalam alunan kebersamaannya ketika akan memulai melaut dan menangkap ikan serta sebagai ucap syukur atas berkah hasil tangkapan ikan pada tahun sebelumnya dan dipercaya sebagai tolak bala, masyarakat Tambak Lorok selalu mengadakan prosesi budaya 'Sedekah Laut Tambak Lorok' dengan melakukan larungan berupa kepala kerbau dan hasil polowijo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.