Insiden Pilot Batik Air Tertidur Bisa Berdampak Serius

AKURAT.CO Pengamat Penerbangan, Gatot Rahardjo, menilai insiden pilot dan copilot Batik Air ID6723 yang tertidur selama penerbangan, bisa berdampak serius. Sebab, setiap detik memiliki konsekuensi serius karena kecepatan pesawat yang tinggi.
"Dampaknya serius. Karena dalam operasional penerbangan itu hitungannya detik karena kecepatan pesawat yang tinggi," ungkap Gatot kepada Akurat.co, Sabtu (9/3/2024).
Baca Juga: Kemenhub Beri Teguran Keras ke Batik Air Soal Insiden Pilot Tertidur
Dia menjelaskan, kru penerbangan diberi backup baik sistem maupun sumber daya manusia (SDM). Sehingga, jika salah satu tidak berfungsi bisa digantikan dengan kru yang lain.
"Tapi kalau keduanya tidur ya ini bahaya karena walaupun di pesawat ada sistem autopilot, tetap harus ada yang memantau," tambahnya.
Di sisi lain, Gatot juga menyoroti pentingnya kondisi fisik dan psikis pilot sebelum terbang unuk menghindari hal yang tidak di inginkan akibat kelelahan.
"Pilot harus segar, sehat jasmani dan psikis sebelum terbang. Sudah ada jam ketentuan jam terbang 1050 jam per tahun dan ini harus dikelola maskapai jangan sampai pilot kelelahan atau fatigue," tambahnya.
Baca Juga: Insiden Pilot Batik Air Tidur, Pengamat Pertanyakan Kualitas Waktu Istirahat Kru Penerbangan
Dia pun mencurigai ada kemungkinan jumlah SDM pilot sudah berkurang selama pandemi karena jumlah penerbangan juga berkurang. Namun, ketika jumlah penerbangan meningkat maka jumlah SDM juga harus meningkat.
"Dalam konteks pandemi, jumlah penerbangan telah bertambah. Harusnya jumlah SDM pilot juga disesuaikan sehingga sesuai regulasi dan menghindari pilot fatigue," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







