Gerakan Nurani Bangsa Dukung Kerja Pengawasan Bawaslu Wujudkan Pemilu Jurdil dan Bermartabat

AKURAT.CO Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyambangi Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Kedatangan tokoh-tokoh bangsa itu untuk memberikan dukungan moral terhadap kinerja pengawasan Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil dan bermartabat.
Tokoh bangsa yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. Komarudin Hidayat, Prof. Franz Magnis Suseno, Laode Muhammad Syarif dan Alissa Qotrunnada.
Komarudin Hidayat mengatakan, dalam setiap gelaran pemilu tidak bisa dipungkiri akan selalu ada pelanggaran.
Oleh karena itu, peran aktif semua elemen bangsa diharapkan ikut serta mengawal Pemilu 2024 guna melahirkan pemimpin yang diakui seluruh rakyat.
"Oleh karena itu, kita memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk untuk meningkatkan pengawasan dan kami gembira dan kami dukung. Kita berharap nantinya hasil pemilu ini betul-betul melahirkan pemilu yang berkualitas," kata Komarudin di Gedung Bawaslu.
Baca Juga: Selidiki Laporan Migrant Care soal DPT Ganda, Bawaslu Periksa PPLN Johor Bahru
Mantan rektor UIN Jakarta itu menilai, gelaran pemilu yang berkualitas merupakan modal mahal dalam melanjutkan pembangunan Indonesia.
Untuk itu, proses transisi dalam melahirkan pemimpin baru harus dikawal dengan baik.
"Pemilu yang berkualitas hasilnya berlangsung dengan jujur dan adil, dengan damai dan transparan," ujar Komarudin.
Menurut Romo Magnis, kunci Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik dan bijaksana ditentukan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Hasil pemilu harus dihormati dana jangan ada perpecahan antarelemen bangsa.
"Rakyat meyakini betul bahwa hasil pemilihan yang diumumkan adalah betul siapa yang mereka pilih jadi sangat penting. Kita semua mendukung Bawaslu dalam proses ini," jelasnya.
Sementara itu, Laode Syarif menekankan peran aktif masyarakat dalam membantu kerja Bawaslu mengawasi sangat dibutuhkan.
Apabila menemui kecurangan masyarakat harus melaporkan temuan itu guna mewujudkan pemilu yang berkualitas.
Baca Juga: Endus Potensi Kecurangan Pemilu di Malaysia, TKN Prabowo-Gibran Minta Bawaslu Turun Tangan
"Bagi masyarakat yang menemukan kecurangan pemilu harus disampaikan kepada Bawaslu. Agar pemilu yang diumumkan nanti hasilnya ada adalah hasil yang didapatkan secara jujur dan adil," ujarnya.
Terakhir, Alissa Qotrunnada menyampaikan bahwa pemilu merupakan mekanisme transisi kepemimpinan yang harus dikawal bersama dalam melahirkan pemimpin yang diakui.
"Pemilu harus berlangsung jujur adil dan bermartabat supaya kita mendapatkan kepemimpinan yang legitimate seperti yang disampaikan oleh para sesepuh," pungkasnya.
Sebagai informasi, GNB merupakan gerakan yang diprakarsai para tokoh bangsa dan agama, di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. Quraish Shihab, Habib Muhammad Hilal Al Aidid, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Makarim Wibisono, Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.
GNB diniatkan menjadi gerakan etis dan moral, terutama dalam menyuarakan nurani bangsa. Agar setiap pihak selalu ingat dengan cita-cita, tujuan luhur dan tanggung jawab berbangsa dan bernegara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








