AKURAT.CO Tepat 78 hari atau sehari sebelum kampanye Pemilu 2024 yang digelar serentak berlangsung, tiga paslon capres-cawapres meneken deklarasi kampanye damai, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (27/11/2023). Ketiganya siap menjemput takdir memimpin negeri, dengan berkompetisi secara sehat merebut suksesi nasional.
Ketiga capres-cawapres yakni, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, sudah sejak jauh hari menegaskan pentingnya pelaksanaan pemilu yang tidak menimbulkan polarisasi. Apakah, komitmen tersebut terlaksana di lapangan, dinamika dalam tiga bulan ke depan yang menentukan.
Ketiganya berkomitmen melaksanakan pemilu dengan beradab melalui tiga poin yang disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Poin pertama mewujudkan pemilu langsung, umum, bebas rahasia dan adil.
Baca Juga: KPU Susun Format Debat Capres-Cawapres, Desember Digelar Dua Kali
Poin kedua yakni melaksanakan pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, tanpa politisasi sara, dan tanpa politik uang. Sedangkan poin terakhir yakni melaksanakan kampanye pemilu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaan pemilu berlangsung damai juga menjadi komitmen para partai politik untuk menjaga persatuan, menghormati keberagaman dan ketertiban selama penyelenggaraan pemilu. Selain capres-cawapres, beban melaksanakan Pemilu 2024 mencapai takdir yang diharapkan juga dialami TNI-Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meneken deklarasi komitmen netralitas kedua lembaga pertahanan dan keamanan. Penandatanganan dilakukan melalui forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Baca Juga: Isu Maritim Potensial Kerek Elektoral Capres-Cawapres
Kapolri Sigit menyebut, kedua lembaga siap bersinergi bersama masyarakat untuk sama-sama menjaga kedamaian pemilu. Sebagai negara besar, Indonesia harus mampu menjaga persatuan-kesatuan di tengah perbedaan sikap politik.
"Yang penting masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya hoaks, dengan adanya ajakan-ajakan hasutan yang kemudian bisa memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Sigit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








