Akurat

Kendalikan Harga Jelang Lebaran 2025, Pemerintah Siapkan 4.800 Gerai Pangan

Hefriday | 7 Maret 2025, 08:20 WIB
Kendalikan Harga Jelang Lebaran 2025, Pemerintah Siapkan 4.800 Gerai Pangan

AKURAT.CO Pemerintah akan membuka 4.800 gerai pangan di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis untuk menekan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Dimana Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gerai ini akan menjual bahan pangan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) guna memastikan stabilitas harga di pasar.

“Kami akan menjual pangan di bawah HET. Tidak boleh ada pengusaha yang menjual di atas HET. Jika ada, akan ditindak,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Gerai pangan tersebut akan dikelola secara terintegrasi oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian terkait, termasuk RNI, Bulog, PPI, PT Pos, dan Berdikari. Sinergi antar lembaga ini diharapkan dapat memperlancar distribusi serta mencegah spekulasi harga oleh pihak tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyoroti fluktuasi harga beberapa komoditas utama seperti cabai dan beras. Ia menyebut harga cabai sempat melonjak hingga Rp200.000 per kilogram, sebelum akhirnya turun menjadi Rp100.000 per kilogram setelah perbaikan sistem distribusi dilakukan.

Baca Juga: Kementan Kaji Ulang SKKNI Bidang Alsintan Ikuti Perkembangan Sektor Pertanian

Menurutnya, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kendala distribusi. Oleh karena itu, ia meminta agar sistem distribusi pangan diperbaiki secara menyeluruh guna menghindari lonjakan harga yang tidak wajar.

Mentan menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi harga beras untuk mengalami kenaikan. Ia mengklaim bahwa produksi beras nasional meningkat 52%, dengan stok yang melimpah di gudang-gudang Bulog.

“Beras tidak ada alasan untuk naik. Produksi kita naik 52 persen dan stok melimpah, jadi tidak boleh ada lonjakan harga. Begitu juga dengan minyak goreng. Kita produsen terbesar dunia, seharusnya tidak ada kenaikan harga meskipun kecil,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pedagang dan distributor agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pasar guna memastikan kestabilan harga bahan pokok.

Untuk mengendalikan harga pangan, pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkala hingga Lebaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada pengusaha yang menjual bahan pokok di atas HET.

Baca Juga: Bidik Swasembada Pangan, Kementan Perkuat Brigade Pangan Kaltara

Jika dalam sidak ditemukan pelanggaran, Amran menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas, termasuk penyegelan toko hingga pencabutan izin usaha. Langkah ini telah disepakati dengan pihak kepolisian guna menindak pelaku yang berusaha mengambil keuntungan berlebihan dari kondisi pasar.

Selain upaya pengendalian harga dalam negeri, pemerintah juga mempertimbangkan peluang ekspor beberapa komoditas pangan ke luar negeri. Amran mengungkapkan bahwa ada peluang ekspor telur ke Amerika Serikat akibat kelangkaan di negara tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, terutama dalam rangka mendukung program pangan bergizi bagi masyarakat.

“Kita fokus penuhi program pangan bergizi dulu, tapi kalau berlebih, kita ekspor,” kata Amran.

Pembukaan 4.800 gerai pangan ini merupakan bagian dari gerakan stabilisasi pangan nasional yang bertujuan untuk mencegah lonjakan harga selama bulan Ramadan dan Lebaran. Dengan adanya gerai tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa