LRT Jakarta: Dari Asian Games hingga Jadi Transportasi Andalan Masyarakat

AKURAT.CO Sepuluh tahun lalu, jalur LRT Jakarta belum lebih dari proyek untuk menyambut Asian Games 2018. Jalurnya hanya membentang sekitar 5,6 kilometer dari Kelapa Gading menuju Velodrome. Kini, kereta itu bersiap melaju lebih jauh hingga Manggarai.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara langsung meninjau kesiapan peresmian sekaligus menjajal jalur LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai, Kamis (13/8/2026). Dia kembali mengingat awal pembangunan moda transportasi itu.
Dia mengatakan mengikuti proyek LRT sejak groundbreaking pada 22 Juni 2016. Saat itu, pembangunan hanya diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games dengan jalur Kelapa Gading–Velodrome.
Baca Juga: Waskita Karya Rampungkan Penyambungan Rel LRT Jakarta Fase 1B
"Pada waktu itu pasti tidak terbayangkan bahwa ini akan menjadi poros baru," kata Pramono.
Menurut dia, LRT tidak akan memberikan manfaat maksimal jika hanya berhenti di Velodrome. Sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memutuskan memperpanjang jalurnya hingga Manggarai pada 2018.
Perpanjangan tersebut mengubah peran LRT. Dari moda transportasi yang semula melayani koridor terbatas, LRT kini disiapkan menjadi bagian dari jaringan transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah Jakarta.
Jumlah penumpang pun diperkirakan melonjak. Pramono menyebut pengguna LRT dari Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua menuju Velodrome sebelumnya sekitar 4.000 orang per hari. Dengan perpanjangan ke Manggarai, jumlah itu diproyeksikan mencapai sedikitnya 60 ribu penumpang per hari dan bisa menembus 80 ribu penumpang dalam kondisi normal.
Dia pun merasakan sendiri perubahan itu ketika menjajal perjalanan LRT. Dia mengaku terkejut melihat kondisi kereta yang bersih dan bagus. Pemandangan sepanjang perjalanan juga menjadi pengalaman tersendiri baginya.
"Terus terang saya surprised. Keretanya atau gerbongnya ini bersih, bagus, view-nya juga luar biasa," ujar dia.
Baca Juga: Kebut Pembangunan LRT, Pramono Tambah Nilai Obligasi Jadi Rp5,2 Triliun
Di Manggarai, perjalanan LRT akan bertemu dengan moda transportasi lain. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan PT KAI untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan berorientasi transit atau TOD.
Integrasi itu dirancang agar penumpang dapat berpindah dari KRL ke LRT, atau sebaliknya, tanpa harus turun ke bawah. Konektivitas langsung tersebut diharapkan membuat mobilitas penumpang lebih mudah.
Bagi Pramono, pertemuan antarmoda di Manggarai juga membuka kemungkinan baru bagi perjalanan warga Jakarta. Dia membayangkan warga dari Jakarta Selatan dapat menggunakan MRT, turun di Dukuh Atas, lalu melanjutkan perjalanan dengan LRT menuju Kelapa Gading.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver







