Fiskal Terbatas, Infrastruktur Dasar Warga Jakarta Harus Jadi Prioritas

AKURAT.CO Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta keterbatasan fiskal dalam APBD DKI Jakarta 2027 tidak menghambat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan, Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) harus menyusun skala prioritas agar anggaran yang terbatas tetap memberikan manfaat maksimal bagi warga.
"Memang dengan keterbatasan fiskal yang ada, Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air harus benar-benar memprioritaskan program yang paling berdampak bagi masyarakat," kata Yuke kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Yuke, penataan trotoar, pembangunan dan pemeliharaan jembatan penyeberangan orang (JPO), serta pengendalian banjir merupakan sejumlah kebutuhan dasar yang harus tetap diperhatikan.
Ia juga meminta aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD saat reses menjadi acuan dalam penyusunan anggaran.
Sebab, banyak keluhan warga berkaitan dengan kondisi jalan lingkungan, saluran air, dan infrastruktur dasar yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga dan Dinas SDA.
Yuke meminta perangkat daerah terbuka jika keterbatasan anggaran membuat sejumlah usulan warga belum dapat direalisasikan.
"Komisi D meminta perangkat daerah untuk menyampaikan secara terbuka apabila terdapat kendala anggaran yang menyebabkan usulan masyarakat belum dapat diakomodasi. Dengan begitu, DPRD dapat membahas kemungkinan penyesuaian anggaran dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar)," ujarnya.
Komisi D juga menyoroti penurunan alokasi anggaran bagi suku dinas dibandingkan tahun anggaran 2026.
Baca Juga: KSP Dorong Reformasi Birokrasi Presiden Prabowo Berjalan Efektif
Menurut Yuke, kondisi tersebut perlu dicermati karena kebutuhan penanganan jalan lingkungan dan saluran air masih tinggi di berbagai wilayah Jakarta.
Ia mengingatkan pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada proyek besar di pusat kota, tetapi juga harus menyasar kawasan permukiman dan wilayah pinggiran.
"Kami mengingatkan jangan sampai yang diprioritaskan hanya jalan-jalan besar atau kawasan pusat kota. Jalan lingkungan, saluran, penerangan, dan infrastruktur dasar di wilayah pinggiran juga harus menjadi perhatian karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







