Dishub Jakarta Siapkan Enam Terminal Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik Lebaran 2026

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan enam terminal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026. Enam terminal yang disiapkan, terdiri dari tiga terminal utama dan tiga terminal bantuan.
Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan Jakarta, Zulkifli, mengatakan terminal utama yang disiapkan yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Sementara terminal bantuan berada di Terminal Lebak Bulus, Terminal Muara Angke, dan Terminal Grogol.
Dia menjelaskan, masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Pada periode itu diperkirakan terdapat dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik.
Baca Juga: Optimalisasi Lintasan Penyeberangan, ASDP Proyeksi 5,8 Juta Penumpang Ferry Saat Mudik Lebaran 2026
Puncak arus mudik pertama diprediksi terjadi pada 13 Maret 2026 yang bertepatan dengan dimulainya libur sekolah. Sementara puncak arus mudik kedua diperkirakan berlangsung pada 18 Maret 2026, yang umumnya didominasi oleh para pekerja, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, serta karyawan swasta.
"Untuk puncak mudik pertama tanggal 13 Maret karena sudah mulai libur sekolah. Kemudian puncak kedua tanggal 18 Maret yang biasanya diisi oleh para pekerja," kata Zulkifli kepada wartawan, dikutip Jumat (13/3/2026).
Selain arus mudik, Dishub Jakarta juga memprediksi arus balik terbagi dalam dua tahap. Puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, sedangkan puncak kedua diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Perbedaan waktu tersebut disebabkan oleh jadwal kembali yang tidak sama antara pekerja dan pelajar. "Untuk tanggal 24 Maret biasanya para pegawai sudah mulai kembali bekerja. Sedangkan tanggal 28 atau 29 biasanya para pelajar yang kembali karena posko angkutan Lebaran ditutup pada 29 Maret," ujarnya.
Pembagian puncak arus mudik dan arus balik menjadi dua tahap membuat masa pelayanan di terminal berlangsung lebih panjang. Namun strategi ini dinilai efektif untuk mengurangi penumpukan penumpang di satu waktu.
Menurut dia, penyebaran waktu perjalanan diharapkan mampu mengurai kepadatan pemudik sehingga tidak terpusat pada satu hari tertentu.
Baca Juga: Kontak Darurat Mudik Lebaran
"Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pemudik sehingga tidak terpusat pada satu hari tertentu. Jika jadwal anak sekolah dan pekerja disamakan, kepadatan tentu akan jauh lebih tinggi," jelasnya.
Zulkifli menambahkan, sebenarnya terdapat tujuh terminal utama di Jakarta. Namun hanya enam terminal yang berada dalam kewenangan UPTAJ. Sementara Terminal Terpadu Pulogebang memiliki pengelolaan tersendiri, sehingga tidak termasuk dalam pengelolaan UPTAJ.
Terminal bantuan disiapkan sebagai langkah antisipasi, apabila terminal utama mengalami lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








