Akurat

Hotel di Jakarta Bisa Jadi Ruang Promosi Budaya Betawi

Okto Rizki Alpino | 12 Februari 2026, 22:38 WIB
Hotel di Jakarta Bisa Jadi Ruang Promosi Budaya Betawi

AKURAT.CO BUMD Perumda Pembangunan Sarana Jaya bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pelestarian budaya Betawi di Hotel Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Kerja sama ini mendorong hotel-hotel milik Sarana Jaya tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjadi ruang promosi dan edukasi budaya Betawi.

Direktur Utama Sarana Jaya, Bernard Yohanes, menegaskan pihaknya mendukung kebijakan Pemprov Jakarta dalam menghadirkan ruang publik yang hidup dan berkarakter melalui pemanfaatan aset daerah berbasis budaya.

“PKS ini menjadi dasar operasional pelestarian budaya Betawi di unit usaha perhotelan yang kami kelola,” ujar Bernard.

Implementasi kerja sama dilakukan di Novotel Jakarta Cikini, Hotel Mercure Jakarta Cikini, dan Veranda Hotel Pakubuwono.

Bernard menyebut hotel-hotel tersebut akan menghadirkan unsur budaya Betawi, mulai dari kuliner hingga narasi sejarah Jakarta.

Momentum Ramadan dipilih sebagai tahap awal aktivasi budaya. Melalui program Ngabuburit Ramadan di Novotel Jakarta Cikini, hotel menghadirkan sajian buka puasa yang terinspirasi kuliner legendaris kawasan Cikini-Menteng, seperti bubur Cikini, siomay, soto Betawi, dan mie ayam.

“Tujuan kami mempertahankan dan melestarikan budaya Betawi, sekaligus mendorong generasi muda lebih mencintai budaya Jakarta,” kata Bernard.

Baca Juga: Komisi X DPR: Mutasi Tak Cukup, Guru Diduga Telanjangi Siswa di Jember Bisa Diberhentikan

Hadirkan Ornamen dan UMKM Betawi

Kepala Dinas Kebudayaan Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret Pemprov menghadirkan budaya Betawi di ruang-ruang publik strategis, termasuk hotel.

“Bentuk kerja samanya terkait pemajuan kebudayaan Betawi,” ujarnya.

Ia menjelaskan implementasi dilakukan melalui penyajian kuliner khas Betawi serta menghadirkan ornamen budaya seperti kembang kelapa, ondel-ondel, batik Betawi, dan elemen dekoratif lainnya di hotel-hotel yang dikelola Sarana Jaya.

“Dengan kolaborasi ini, kami berharap budaya Betawi tersosialisasi dengan baik kepada para tamu hotel, sehingga mereka mengenal lebih dekat ikon-ikon budaya Betawi,” katanya.

Menurut Miftahulloh, kerja sama tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan bahwa budaya Jakarta adalah budaya Betawi.

Paket Ramadan dan Heritage Walk

Dalam rangka menyambut Ramadan, Novotel Jakarta Cikini menawarkan paket prasmanan All You Can Eat seharga Rp388.000 per orang di Restoran Food Exchange. Program ini dijadwalkan mulai 18 Februari 2026 atau hari pertama Ramadan.

Selain kuliner, hotel juga menghadirkan booth UMKM batik Betawi serta program Heritage Walk yang mengajak tamu mengenal situs bersejarah di kawasan Menteng dan Cikini.

Sarana Jaya juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam berbagai aktivitas hotel.

Konsep serupa sebelumnya telah diterapkan di kawasan Tebet dengan menghadirkan kuliner terjangkau guna menciptakan ruang berkumpul yang hangat dan inklusif.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Jakarta dan Sarana Jaya menargetkan pelestarian budaya Betawi menjadi praktik berkelanjutan dalam pengelolaan aset daerah, sekaligus memperkuat citra Jakarta menjelang peringatan lima abad pada 2027 mendatang.

Baca Juga: Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Satpol PP Jakarta Buru Atribut Parpol dan Ormas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.