Apa Itu Mikroplastik dan Bahayanya? BRIN Temukan di Air Hujan Jakarta

AKURAT.CO Baru-baru ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.
Fakta ini membuat publik penasaran tentang apa itu mikroplastik dan bagaimana partikel kecil ini bisa mencemari udara hingga turun bersama hujan.
Secara sederhana, mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari aktivitas manusia sehari-hari, mulai dari membuang sampah sembarangan hingga membakar plastik tanpa pengolahan yang tepat.
Peneliti BRIN menegaskan, partikel ini kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan.
Apa Itu Mikroplastik?
Dikutip dari berbagai sumber, mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang sulit terurai secara alami.
Baca Juga: Ketahui Bahaya Mikroplastik dalam Makanan, Ini Tips Menguranginya
Partikel ini bisa berasal dari plastik besar yang terdegradasi karena panas, gesekan, atau sinar matahari.
Menurut peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, partikel mikroplastik yang ditemukan di udara Jakarta menunjukkan bahwa perilaku manusia memiliki dampak langsung terhadap kualitas lingkungan.
"Langit Jakarta sebenarnya sedang memantulkan perilaku manusia di bawahnya. Plastik yang kita buang sembarangan, asap yang kita biarkan mengepul, sampah yang kita bakar karena malas memilah, semuanya kembali pada kita dalam bentuk yang lebih halus, lebih senyap, tapi jauh lebih berbahaya," kata peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova dikutip dari situs resmi BRIN, Selasa (21/10/2025).
Asal dan Penyebab Munculnya Mikroplastik
Baca Juga: Hati-hati! Ini 9 Makanan yang Banyak Terkontaminasi Mikroplastik
Sumber mikroplastik dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Mikroplastik primer
Berasal dari produk yang memang dibuat kecil, seperti scrub wajah, pasta gigi, atau serat pakaian sintetis.
2. Mikroplastik sekunder
Berasal dari hasil pecahan plastik besar, misalnya kantong kresek, botol minuman, atau kemasan makanan.
Aktivitas manusia seperti pembakaran sampah, pembuangan limbah ke sungai, dan penggunaan plastik sekali pakai menjadi faktor utama penyebaran mikroplastik di lingkungan.
Dampak Mikroplastik bagi Lingkungan
Keberadaan mikroplastik memberi dampak besar terhadap ekosistem. Saat masuk ke sungai atau laut, partikel ini bisa tertelan oleh ikan, burung, hingga plankton.
Lama-kelamaan, racun dan bahan kimia dari plastik dapat merusak rantai makanan alami.
Selain mencemari air, mikroplastik juga dapat mengubah struktur tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman karena partikel kecilnya menutup pori-pori tanah.
Baca Juga: Studi: Kantong Teh Bisa Lepaskan Jutaan Mikroplastik ke Minuman
Bahaya Mikroplastik bagi Manusia
Berbagai riset menunjukkan bahwa mikroplastik kini telah ditemukan dalam paru-paru, darah, hingga plasenta manusia. Ketika masuk ke tubuh, partikel ini bisa:
- Menyebabkan iritasi paru-paru dan gangguan pernapasan.
- Menghambat fungsi sistem imun.
- Menyebabkan gangguan hormon akibat bahan kimia berbahaya yang menempel pada plastik.
- Berpotensi memicu penyakit jantung, kanker, atau gangguan metabolik jika terakumulasi dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, mikroplastik bukan hanya pencemar lingkungan, tapi juga ancaman nyata bagi kesehatan manusia.
Cara Mengurangi Dampak Mikroplastik
Untuk mengurangi polusi mikroplastik, langkah sederhana bisa dimulai dari diri sendiri, seperti:
- Menghindari penggunaan plastik sekali pakai.
- Menggunakan kantong kain atau botol isi ulang.
- Tidak membakar sampah plastik sembarangan.
- Mendukung program daur ulang di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Hasil Studi Ungkap Mikroplastik Mempercepat Penyebaran Kanker dalam Tubuh
Pemerintah dan lembaga penelitian seperti BRIN juga terus memperkuat edukasi publik dan mendorong riset lanjutan tentang dampak mikroplastik terhadap kehidupan sehari-hari.
Temuan BRIN tentang mikroplastik di air hujan Jakarta menjadi peringatan penting bagi masyarakat.
Langit yang kita lihat setiap hari kini turut membawa partikel plastik hasil dari perilaku kita sendiri.
Karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih sadar dalam mengelola sampah dan mengurangi konsumsi plastik.
Kesehatan bumi dan manusia bergantung pada langkah kecil yang kita ambil hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










